Beranda > Daily Life > 6 Tipe Cinta/Kasih menurut Yunani Kuno

6 Tipe Cinta/Kasih menurut Yunani Kuno

love-is-everywhere-easy-branches

Masyarakat Yunani kuno memiliki pemahaman yang sangat luas ketika berbicara tentang namanya “cinta”. Mereka memahami cinta secara jauh lebih spesifik dan membaginya kedalam 6 variasi yang berbeda. Dengan variasi ini, mungkin masyarakat Yunani kuno akan menganggap masyarakat sekarang “tidak sopan” ketika kita menggunakan kata “love” saat membisikkan ke pasangan kita “I love you”, dan saat mengakhiri email dengan “lots of love”.

Jadi, apa saja 6 tipe cinta menurut Yunani kuno? Bagaimana pemahaman ini bisa kita gunakan sebagai inspirasi kita untuk tidak hanya mengejar cinta yang romantis saja, yang saat ini banyak sekali dicari-cari oleh kaum muda (dan sering gagal) dengan berharap bahwa kebutuhan emosional mereka terpenuhi?

1. Eros (Gairah Seksual)

tumblr_lar7o0w3jt1qeuwcho1_500Bentuk yang pertama adalah eros, diambil dari nama Dewa Kesuburan, yang merepresentasikan gairah seksual dan nafsu. Eros adalah jenis cinta yang berwujud fisik dan romantis. Lebih menekankan pada daya tarik fisik. Bentuk yang paling umum dilihat dan pasti dirasakan oleh pasangan suami-istri. Namun masyarakat Yunani tidak selalu menanggap eros sebagai sesuatu yang positif, seperti yang kita pahami saat ini. Bahkan eros dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya, nafsu penuh gelora, dan bentuk cinta yang tidak rasional, yang dapat merasuki dan meracuni (sebuah sikap yang sekarang sudah banyak timbul pada kaum muda yang belum menikah)

Eros juga termasuk pada sikap “kehilangan kendali” yang ditakuti masyarakat Yunani. Walaupun aneh, karena bukankah yang kita inginkan adalah “kehilangan kendali” saat bercinta dengan suami/istri kita?

2. Philia/Filia (kasih persahabatan)

pz2000x1280_LionKingBentuk kedua adalah philia atau bentuk kasih persahabatan, yang lebih berharga bagi masyarakat Yunani dibandingkan eros. Philia lebih condong pada perasaan yang timbul atas dasar persaudaraan/persahabatan yang tinggi antar orang yang bertarung bersama di medan perang. Philia merupakan loyalitas tinggi terhadap teman, sikap yang rela berkorban demi persahabatan, termasuk kerelaan berbagi perasaan kepada mereka. (Bentuk lain dari philia, yang dikenal dengan storge, tergambar dari kasih antara orang tua dan anaknya).

Mari kita bertanya, berapa banyak kasih philia yang kita miliki dan rasakan saat ini. Hal ini menjadi penting di masa sekarang, dimana kita berlomba untuk memperbanyak friends facebook atau twitter follower. Sebuah pencapaian yang bahkan tidak berharga bagi masyarakat Yunani.

3. Ludus (cinta rayuan)

downloadLudus diartikan masyarakat Yunani sebagai cinta yang penuh dengan permainan dan cumbu rayu, yang sering dirasakan oleh anak-anak maupun remaja (lebih cocok diartikan sebagai naksir-naksiran). Sepertinya kita semua pernah merasakan cinta ludus . Ingat ketika di masa awal-awal pacaran, sering menggoda-goda, teasing dan flirting kepada seseorang yang kita taksir? Namun ludus juga sering kita lakukan saat berkumpul dengan teman/geng sambil tertawa2 dan saling menggoda satu sama lain.

Bertemu dengan orang asing, saling menggoda, saling tertawa, lalu berjoget-joget dengan orang itu, adalah bentuk paling nyata dari ludus. Sebuah aktivitas dimana cinta hanya sebuah permainan, dan tidak ada keinginan serius untuk bercinta/menjalin hubungan. Norma sosial mungkin tidak dapat menerima jenis cinta ini, namun bisa jadi ludus juga dibutuhkan untuk sedikit membumbui hidup anda.

4. Agape (kasih tanpa syarat)

b8f87d3f7740a79db356e3e522ce4976Bentuk keempat, adalah agape, merupakan perwujudan kasih yang paling radikal. Agape adalah cinta tanpa pamrih. Agape adalah cinta yang anda tunjukkan kepada semua orang, tidak perduli keluarga, atau orang asing sekalipun. Agape adalah cinta yang anda berikan tanpa memperdulikan kondisi yang harus anda hadapi. Agape juga diartikan ke dalam bahasa latin sebagai caritas, yang menjadi asal dari kata “charity” (amal/derma).

C.S. Lewis merefer agape sebagai “Kasih dari anugerah”, bentuk tertinggi dari Kasih bagi orang Kristen. Yang terlihat dari kasih yang ditunjukkan Kristus ketika Dia rela mati sebagai ganti dari dosa semua manusia. Agape juga dikenal oleh tradisi keagamaan lain, seperti mettā atau cinta kasih universal pada ajaran Budha Theravāda.

Banyak bukti nyata yang menunjukkan bahwa agape secara drastis telah berkurang dalam kehidupan masyarakat dunia. Level empati kita telah berkurang banyak dalam 10 tahun terakhir ini. Kita perlu untuk kembali meningkatkan kapasitas diri kita untuk bisa perduli terhadap orang asing.

5. Pragma (Cinta abadi)

74bb1452-48b9-40ac-acdd-90c6d2009df2_x400Bentuk cinta lainnya adalah bentuk cinta yang lebih dewasa, yang disebut dengan pragma. Mungkin agak berlebihan mengatakan pragma adalah cinta abadi, namun jenis ini sangat terlihat pada hubungan istimewa antara pasangan yang telah lama menikah, yang telah membentuk sebuah pemahaman yang mendalam satu sama lain.

Pragma lebih kepada keinginan untuk berkompromi, membentuk pertimbangan bersama, agar hubungan dapat berlangsung dalam jangka panjang, sambil menunjukkan kesabaran dan toleransi yang luar biasa tinggi terhadap pasangan.

Seorang analis psikolog Erich Fromm menangatakan bahwa kita lebih banyak mencurahkan energi dan usaha untuk mencari dan merasakan “jatuh cinta”, namun lupa untuk belajar bagaimana caranya “bertahan dalam cinta”. Pragma adalah tentang bagaimana bertahan dalam cinta: lebih berusaha untuk memberikan kasih, dari pada menerima kasih.

Coba lihat di Indonesia ini, dimana sudah banyak pernikahan (baik yang berumur muda maupun tua) berakhir pada perceraian ataupun berpisah. Dipastikan bahwa dosis pragma dalah kehidupan berumah tangga sudah banyak mengalami penurunan.

6. Philautia (cinta pada diri sendiri)

loving-yourselfBentuk keenam dari cinta/kasih adalah philautia atau cinta terhadap diri sendiri. Masyarakat Yunani dengan cerdas membagi bentuk ini menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah tipe tidak sehat yang tergambar pada narsisme, dimana seseorang menjadi terobsesi pada diri sendiri, dan fokus pada ketenaran dan kekayaan personal. Tipe kedua adalah tipe yang sehat, yang menjadikan seseorang memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk mengasihi orang lain.

Maksudnya adalah bila seseorang menyukai dirinya sendiri, dan merasakan keamanan terhadap dirinya, maka dia akan memiliki lebih banyak kasih untuk diberikan kepada orang lain (diinspirasi dari ajaran budha “self-compassion”). Atau seperti kata Aristoteles “Semua perasaan baik yang diberikan seseorang terhadap orang lain adalah perwujudan dari apa yang dia rasakan terhadap dirinya sendiri”.

————————–

Masyarakat Yunani Kuno membedakan cinta/kasih dengan melihat dari hubungan yang terbentuk antar teman, saudara, pasangan, orang asing, bahkan diri sendiri. Sangat berbeda dengan pemahaman masa kini, dimana kita fokus terhadap satu hubungan yang romantis, namun menginginkan untuk bisa mendapatkan semua bentuk kasih dari pasangan saja. Pesan yang diberikan oleh masyarakat Yunani kuno adalah agar kita memahami bahwa dalam bentuk yang berbeda, sumber nya pun berbeda. Jangan hanya mencari eros, tapi juga cari philia dengan bergaul dengan teman, atau mendapatkan ludus dengan pergi hangout dan mencari teman baru.

Lebih jauh lagi, jangan terpaku untuk mencari kesempurnaan. Jangan mengharapkan pasangan anda untuk mampu memberikan seluruh bentuk kasih setiap saat (dengan resiko bahwa anda dapat dengan mudah pergi dari pasangan anda ketika mereka tidak mampu memenuhi keinginan anda). Sadarilah bahwa sebuah hubungan dapat dimulai dari ludus dan eros, namun seiring waktu akan banyak bergeser kepada pragma dan agape.

Perbedaan jenis cinta ini juga dapat memberikan pengharapan dan ketenangan. Dengan menyadari bahwa ada banyak jenis cinta dan juga sumber nya, anda akan melihat bahwa sebenarnya anda telah menerima banyak sekali cinta kasih dari sekeliling anda, sekalipun anda sedang tidak memiliki pasangan.

Sudah saatnya kita menyadari dan mengaplikasikan enam jenis cinta kasih ini dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika kita berbicara, berpikir, dan bertindak. Dunia ini indah, teman-teman.

love_is_everywhere_and_in_everything__by_penni2-d5qdhm8

(sumber : http://www.yesmagazine.org/happiness/the-ancient-greeks-6-words-for-love-and-why-knowing-them-can-change-your-life. Diakses 01 Februari 2016)

  1. September 17, 2016 pukul 10:05 pm

    Volet Roulant Paris .Merci pour cet article

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: