Beranda > Curhat Life > Perenungan Awal Tahun

Perenungan Awal Tahun

Pagi ini, sambil sedikit mengantuk, aku memaksakan diriku untuk tetap terjaga. Kulirik jam di laptop, dan tepat menunjukkan pukul 00:00. Tandanya ini sudah memasuki tanggal 25 Oktober 2008. Ya, hari ini akhirnya aku berulang tahun yang ke 22. Aku tak peduli berapa umurku, tapi aku sudah bertekad untuk memulai awal tahun ini dengan sesuatu yang baik. Dan inilah yang baik itu.

Kuambil alkitab dan buku saat teduh “Teen Eagle” yang memang sudah kupersiapkan di atas meja. Aku ingat, terakhir kali aku saat teduh adalah 17 Oktober. Sebuah rentang waktu kosong yang lama. Kubuka buku saat teduh itu, dan langsung kucari tanggal 25 Oktober. Kubaca tulisan paling atas yang bertuliskan “Cobaan”. Itu adalah tema perenungan hari ini. Berkat firman Tuhan yang kubaca juga diambil dari Kejadian 3 : 1-6. Setelah persiapan semua selesai, aku pejamkan mata, menarik napas dalam dan berusaha berkonsentrasi untuk memanjatkan doa syukurku pada Tuhan.

Secara singkat, Kejadian 3 : 1-6 menceritakan kronologis peristiwa ketika Hawa dicobai oleh ular untuk memakan buah pohon pengetahuan, dan kemudian Hawa memberikan buah itu kepada Adam, dan mereka memakannya. Hal itu adalah awal mula kejatuhan manusia kedalam dosa dan kalah oleh cobaan.

Kubaca lagi buku saat teduhku. Ayat inti perenungannya diambil dari Yakobus 1 : 12 yang isinya adalah “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”.  

Inti perenungannya kurang lebih seperti ini. Cobaan, alias godaan, alias keinginan untuk melakukan sesuatu yang tidak baik, datangnya dari si iblis. Dia mencobai kita, supaya kita mengikuti jalan si iblis, dan menjauh dari jalan Tuhan. Namun bukan berarti kita tidak dapat menang dari jerat si iblis. Keinginan untuk berbuat salah (cobaan) bukanlah sebuah dosa, namun mengikuti keinginan itu, adalah sebuah dosa.

Untuk menang dari cobaan, kita bisa melakukan hal-hal berikut ini:

1.    Berdoa, meminta kekuatan dari Tuhan

2.    Lari, seperti Yusuf yang harus lari dari cobaan istri Potifar

3.    Berani berkata “TIDAK” bila berhadapan dengan yang salah

Dan akhirnya, Yakobus berkata, orang yang mampu mengalahkan cobaan akan mendapati mahkota kehidupan.

Kututup pembacaanku dengan sebuah renungan. Kuingat lagi, bagaimana satu tahun yang lalu, hidupku banyak menerima cobaan. Harus kuakui, satu tahun yang lalu, adalah saat yang kacau dalam hidupku. Tidak seperti tahun ini, tahun lalu aku bahkan tidak peduli untuk mengawali hari ulang tahun dengan doa singkat, apalagi sebuah perenungan. Waktu itu aku merasa malah. Itu cobaan. Dan seiring berjalan hari, makin banyak cobaan yang kualami, dan makin sering aku terjatuh kedalam cobaan itu. Seringkali aku jadi mudah marah, mudah sakit hati, mudah mendendam, tidak tentram, jadi jarang berdoa, dan banyak cobaan lainnya, dan aku kalah. Dan aku tahu, bahwa salah satu pokok doa syafaatku malam ini adalah memohon keampunan Allah Bapa atas kelemahanku, atas kedaginganku ini.

Dan kemudian aku membayangkan satu tahun kedepan. Cobaan seperti apa yang kira-kira akan kualami. Aku mengingat bahwa aku belum bisa wisuda. Jangankan prasidang, revisi seminar saja belum selesai. Dan aku mengetahui, bahwa ini adalah salah satu cobaan. Aku mengingat bagaimana orangtua ku mengharapkan aku langsung melanjut S2 keluar negri, sementara aku sendiri menginginkan untuk mencoba bekerja dulu. Dan aku berpikir, pasti akan muncul banyak cobaan dari hal ini. Belum lagi di NHKBP yang makin banyak program ke depannya. Pergumulan di paduan suara NHKBP, yang dengan bodohnya kugumulkan sendiri, bukannya kuserahkan pada Tuhan. Sudah bisa kubayangkan banyak cobaan yang akan kualami, jika Tuhan masih memberi aku hidup satu tahun lagi. Dan aku tau salah satu pokok doa syafaatku malam ini adalah kekuatan untuk mengalahkan cobaan-cobaan itu.

Setelah perenungan singkat ini, aku mempersiapkan diri untuk mengangkat seluruh doaku pada Tuhan Yesus. Banyak hal ku doakan. Keampunan atas cobaan tahun lalu, permohonan untuk menghadapi cobaan tahun depan, menyerahkan masa depanku ke tanganNya, mulai dari studi sampai teman hidupku. Dan kututup doa syafaat ku dengan Doa Bapa Kami.

Kulirik lagi jam di laptop sudah menunjukkan pukul 00.30. Sudah ada setengah jam aku melaksanakan perenunganku. Penasaran, kulirik HP. Sudah ada 2 sms yang datang. Dari Destri, adik perempuanku satu-satunya mengirim sms ke nomor AS. Dan dari Magda, kekasih dan calon teman hidupku (amin) mengirim sms ke nomor Halo. Dari dalam hatiku, aku mengucapkan terima kasih yang sangat dalam untuk mereka berdua. Hampir saja menetes air mataku, namun aku mencoba untuk tidak mudah terguncang perasaan.

Dan satu hari ini, aku akan mengumpulkan seluruh resolusi yang akan kulakukan hingga 25 Oktober 2009.

Tidak mudah untuk memulai sesuatu yang baik. Namun tidak salah untuk memulai sesuatu yang baik.

Harus kita sadari, perubahan tak datang sendiri. Kita yang memulainya. Langkahkan kakimu, jangan ragu. Tak pernah menyerah, teruslah berusaha. Sudah waktunya kita berubah. Berubahlah untuk maju, sampai suatu saat kau akan genggam hari. Kau akan mendapatkan

Kategori:Curhat Life
  1. Oktober 31, 2008 pukul 4:20 am

    igorrrrrrrrrr…kartu print mu masih di gw hee\hehehe..
    happy belated birthday yah karkarof, wish u all the best friend

  2. vicky
    November 2, 2008 pukul 12:35 pm

    Mas..itu kata2 resolusi yg terakhir ngutip dari jingle iklan susu bendera ya?mirip banget lho..klo emang terinspirasi dari susu bendera, cuman mo ngingetin klo sumber kutipannya ditulis..
    Cheers..live your life to the fullest!

  3. November 2, 2008 pukul 4:05 pm

    Oh iya, itu emang ngutip dari jingle nya susu bendera.. Tapi lupa nulis sumbernya.. hehe

  4. April 15, 2009 pukul 1:41 pm

    emmmmmmmmmmmmmmmmmmm ..
    yyaa ,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: