Beranda > Christian Life > Antara Pekerjaan dan Dibayar

Antara Pekerjaan dan Dibayar

Pernah ga sih kepikiran, kalo kerja itu tujuan utamanya untuk apa? Kalo saya secara pribadi, ya jelas untuk dapet duit. Kalo ga mau dapet duit, ya ga usah kerja kan. hehehe. Tapi gimana kalo kerjaan kita itu membosankan, leha-leha saja, bahkan cenderung tidak ada yang dikerjain. Pernah ngerasa malu ga kalo dapat duit dari hasil pekerjaan yang seperti itu?

Nah jangan keburu mengambil kesimpulan dulu kawan. Lihat dulu jenis pekerjaan anda. Karena jenis pekerjaan yang dibayar itu ada 2 :

  1. Dibayar untuk bekerja
    Ya, sudah pasti kan. Kalo orang bekerja, maka dia dibayar. Contohnya tukang sapu jalan. Kalo mereka nyapu jalan, barulah mereka dibayar. Ga nyapu, ya ga ada bayaran. Ya mirip seperti pekerjaan honorer lah. Kebanyakan tipe pekerjaan di Indonesia adalah tipe pekerjaan yang dibayar untuk bekerja. Dan kebanyakan dari kita sudah diajarkan dari kecil, bahwa kalau kita bekerja, maka kita dibayar. Makin keras kita bekerja, makin banyak kita dibayar. Itu sebabnya terkadang lembur jadi pilihan untuk tambahan uang. Banyak perusahaan besar di Indonesia pun seperti itu.
  2. Dibayar untuk tidak bekerja
    Nah loh, maksudnya apa? Iya betul, ada tipe pekerjaan, yang kita dibayar untuk kita tidak bekerja. Pusing? bingung? Kenapa? Karena tipe pekerjaan seperti ini, makin kita bekerja, makin jelek kinerja perusahaan kita, atau makin banyak kesalahan yang ada dalam perusahaan kita. Contohnya seorang HelpDesk. Helpdesk itu dibayar untuk tidak bekerja. Karena kalo makin jarang mereka nerima telepon dari customer, berarti sistem yang diberikan perusahaan kepada customer tidak bermasalah. Tapi kalo makin sering mereka terima telepon dari pelanggan, maka hal ini berarti ada yang salah pada sistem perusahaan. Contoh lain lagi adalah sistem administrator bagian maintenance. Kalo makin sering mereka TIDAK melakukan maintenance, maka perusahaan makin maju. Tapi kalo sering melakukan maintenance, berarti masih ada yang salah kan. Dan orang-orang seperti ini, semakin jarang mereka terlihat bekerja, semakin senang lah pak boss. Tapi kalo orang-orang ini dilihat boss sedang bekerja, makin sangar lah wajah si boss itu. Tapi terkadang pekerjaan seperti ini jarang dimaknai oleh yang empunya pekerjaan. Mereka sering mengeluh karena bosan, ga ada kerjaan, dan merasa leha2 dan tak layak digaji untuk itu. Padahal sebenernya, mereka memang HARUS seperti itu, demi kemajuan perusahaan.

So, kita sudah tau bahwa ada 2 tipe pekerjaan, yaitu pekerjaan yang dibayar untuk bekerja, dan pekerjaan yang dibayar untuk tidak bekerja.

Maka, sadarilah tipe mana pekerjaanmu, dan kau akan mengerti tujuan dari pekerjaanmu.

Jadi, kamu ada di tipe pekerjaan yang mana?

Kategori:Christian Life
  1. Juli 17, 2008 pukul 6:53 am

    “Karena kalo makin jarang mereka nerima telepon dari customer, berarti sistem yang diberikan perusahaan kepada customer tidak bermasalah. Tapi kalo makin sering mereka terima telepon dari pelanggan, maka hal ini berarti ada yang salah pada sistem perusahaan.”

    Tunggu dulu..aku bingung..jadi mereka dibayar berdasarkan “jam-tidak-kerja”???

    Btw,,kata bu putri, besok kamu,aku,goppy,eka,rindhu bisa ketemuan sama ibu besok..disuruh atur2 aja. mau datang jam brapa gor??

  2. Juli 21, 2008 pukul 9:21 am

    ga gitu juga sih. Kalo mereka kerja juga mereka dibayar. Tapi kalo mereka tidak bekerja, artinya perusahaan makin maju.

    Ya ini hanya tentang kemajuan perusahaan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: