Beranda > Uncategorized > Telecommunications Management Network (TMN) Framework

Telecommunications Management Network (TMN) Framework

What Is TMN

TMN adalah sebuah standar framework internasional yang berhubungan dengan manajemen jaringan. Tentu dalam sebuah jaringan yang besar, tidak bisa dibiarkan hidup tanpa pengendalian. Namun terkadang, usaha pengendalian sulit dilakukan mengingat jaringan yang ada begitu besar, dan melibatkan banyak mesin. Sebagai contoh dalam sebuah jaringan kantor. Ada sekian banyak komputer, server, router, wireless device, laptop, mobile device yang ada dan semuanya terhubung dengan internet. Tanpa manajemen yang baik, kelangsungan kerja dari perusahaan tersebut akan tersendat-sendat. Maka TMN muncul sebagai framework yang tepat bagi implementasi manajemen jaringan dan telekomunikasi.

Manajemen dalam perusahaan terbagi dalam tiga kategori, yang dikenal dengan nama OBC.

  1. OSS (Operating Support System)
    Adalah bagaimana kita melakukan penguasaan, pemahaman, pengelolaan terhadap perangkat-perangkat yang dimiliki oleh perusahaan.
  2. BSS (Business Support System)
    Adalah bagaimana menggunakan dan menghubungkan seluruh infrastruktur jaringan yang ada untuk dimanfaatkan dalam proses bisnis perusahaan. Contoh: mengelola perangkat yang ada untuk membatasi bandwidth dari sebuah komputer, dan mengeluarkan catatan billing dari jaringan tersebut.
  3. CSS (Customer Support System)
    Adalah bagaimana melayani pelanggan dengan menggunakan proses bisnis yang sesuai dengan diperkuat oleh peralatan (tools) yang ada. Misalnya: invoice bagi customer.

Kita akan menekankan pada bagi OSS. Didalam OSS ada beberapa kategori operasional yang dikenal dengan nama FCAPS, yaitu :

  1. Faults
    Yaitu setiap sebuah infrastruktur terjadi kegagalan, harus muncul sebuah event, yaitu alarm.
  2. Configuration
    Dibagi menjadi 2

    1. Inventorying
      yaitu untuk mengetahui konfigurasi dari perangkat-perangkat yang ada. Misalnya sebuah network, bisa diketahui berapa banyak wireless point, komputer, router yang ada dalam perangkat tersebut, sekaligus konfigurasi seperti IP, dll
    2. Provisioning
      Yaitu apa yang kita bisa lakukan untuk mengkonfigurasi perangkat tersebut. Misal kita punya 10 switch. Apabila harus satu persatu didatangi dan dikonfigurasi, menyulitkan. Dengan ini kita dapat melakukannya langsung dari server
  3. Accountance
    Yaitu charging. Aspek ini akan diangkat kedalam BSS. Ini akan digunakan oleh BSS untuk mengetahui charging dari sebuah perangkat. Misalnya koneksi GPRS. Dengan ini bisa dicatat berapa banyak traffic yang sudah dilakukan, untuk kemudian dibuat billingnya.
  4. Performance
    Dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu :

    1. Reliability dan Availability
      menyangkut uptime dan downtime dari perangkat
    2. Usage
      menyangkut okupansi dari perangkat tersebut. Contoh sebuah router maksimum 512 Kbps. Maka harus diketahui bahwa kebutuhannya sebenarnya berapa. Cukupkah? banyak yang terbuangkah? Maka kita harus memetakan. Apakah dengan kondisi sekarang perangkat masih sanggup, atau perlu di cluster, atau di update. Misalnya lagi server. Dapat kita ketahui sudah perlukah server tersebut diupdate, dll
  5. Security
    Ada 2 aspek, yaitu preventif dan korektif. Preventif seperti penggunaan login, enkripsi, password, dll. Misalnya sebuah router, bisa di binding IP berapa yang hanya bisa login ke router tersebut.

Sebuah NMS (Network Management System) pasti akan menggunakan aspek2 dari FCAPS. NMS perlu mengeluarkan alarm Fault, menggenerate report, menggunakan security, melakukan konfigurasi, melakukan akunting, mengetahui performansi. Namun ini adalah kondisi ideal. Terkadang tidak semua aspek ini diperlukan. Jadi disesuaikan saja. Misalnya sebuah sensor suhu sebuah komputer, tentu tidak bisa dilakukan konfigurasi untuk suhu. Namun bisa disesuaikan bila suhu telah mencapai batas aman tertentu, maka diberikan alarm Fault. Dan disini juga tidak memerlukan report akunting. Paling hanya performansi tentang uptime dan downtime dari komputer tersebut.

Ini adalah dasar dari sebuah OSS. Setiap OSS yang sudah besar dan tampak rumit, sebenarnya hanya terdiri dari FCAPS ini saja. Seluruh OSS pasti menggunakan ini. OSS paling dasar adalah sebuah warnet.

Kategori:Uncategorized
  1. dilla
    Juli 10, 2008 pukul 8:00 am

    igor, halo2 disini teman magangmu dilain tempat…hehe
    wah rajin nulis nih sekarang…
    tulisanmu sangat menambah pengetahuan ttg jaringan bagi semua orang yang membaca (including me karena sebagian besar kerjaanku juga terkait dengan network)
    eksplorasi juga sih, tepatnya tentang data center (50% network didalamnya), nanti hasil akhirnya adalah laporan ilmiah dan tabel checklist yang akan digunakan untuk evaluasi data center Telkom (klo dipake)
    ya pokoknya tetep nulis ya gor…
    Semangat…!!!

    n.b:jadi terinspirasi untuk nulis juga…

  2. Juli 11, 2008 pukul 6:32 am

    Ayo ayo dila, semangat ya sama telkomnya disana juga

  3. Herbert
    Juli 11, 2008 pukul 7:00 am

    Oi,gor…. itu OBC tempat ku magang tuh…

    sip..sip..igor baru magang kurang dari 3 bulan udah ahli sekali…

    sepertinya perlu banyak belajar nih😀

  4. yasser
    Juni 1, 2009 pukul 11:04 am

    tulusanya baguss…. lumayan bisa bwt tugas.. thx…. lw ada tulisan yang baru kirim ke email yau…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: