Beranda > Christian Life > Memenangkan kehendak Tuhan

Memenangkan kehendak Tuhan

Yah, mungkin ini pembahasan yang agak berat yah. Tp gapapa. Ini cuma mau sharing2 aja sih..

Beberapa minggu ini, rasanya seringkali dalam beberapa saat aku ditegur oleh Tuhan. Tiba-tiba Tuhan bertanya kepadaku, “Apa yang sudah kau lakukan hari ini, Igor?”. Ya, sekilas itu tampak biasa banget, dan aku cuma menjawab sekedarnya, “Hari ini aku sudah blablabla”. Tapi semakin sering pertanyaan itu dilontarkan kepadaku dalam beberapa hari ini, aku semakin berpikir, apa sebenarnya maksud dari pertanyaan itu.

Hari minggu kemarin, dalam kebaktian minggu, akhirnya aku dapat menemukan jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan kepadaku. Selama ini aku menganggap pertanyaan itu biasa saja. Tapi akhirnya, aku menangkap maksud tersembunyi dari pertanyaan itu. Secara tidak langsung, Tuhan mau bertanya kepadaku, “Sudahkah kau melakukan yang sesuai dengan kehendakKu hari ini?” dan dengan wajah tertunduk dan penyesalan, dengan suara yang lirih, aku menjawab “Belum Tuhan..”, tapi kemudian Tuhan berkata lagi kepadaku “Lakukanlah kehendakKu”, dan aku hanya terdiam…

Memang tampak sederhana, tapi kalo mau ditelusuri lebih lanjut, dalam satu hari, ada berapa kali aku melakukan kehendak Tuhan dalam hidupku? Sementara setiap detik hidupku, di sana ada kehendak Tuhan. Sederhana saja. Berada di depan komputer setiap hari dari jam 8.00 – 17.00 seperti ini, bisakah aku memenangkan kehendak Tuhan pada ku hari ini dengan mengerjakan TA, membuat tugas, dan melakukan hal berguna lainnya? sering kali aku memenangkan kehendak diriku sendiri. Seperti kata ratih di tulisanku yang ini saat aku berjanji utk kerjain TA, itu lah kehendak Allah dalam hidupku akhir2 ini. Tapi aku memenangkan kehendakku sendiri dengan tetap berleha-leha, main2, nonton anime, buka2 rileks, dll.

Dalam Alkitab di sebutkan, saat Yesus hendak disalib, dia berkata “Sekiranya mungkin, ambillah cawan ini dari pada Ku”. Ini adalah bentuk keinginan manusiawi yang takut akan penderitaan dan ingin sekali lepas dari penderitaan. Tapi kemudian Yesus berkata “Namun bukan kehendakKu, melainkan kehendakMu lah yang jadi”. Ini adalah bentuk luar biasa dari memenangkan kehendak Allah bagi kita. Penyerahan diri penuh. Total. Mutlak. Habis sudah keinginan diri sendiri, yang ada tinggal kehendak Allah dalam diri. Bahkan untuk berdoa seperti ini, Yesus sampai berkeringat darah.

Akhirnya aku menyadari, tidak mudah memenangkan kehendak Allah dalam diri kita. Yesus saja sampai berkeringat darah. apa lagi diriku yang lemah ini. Sulit memang, tapi Allah berfirman, “RancanganKu adalah rancangan damai sejahtera”, dan aku percaya itu, semua akan menjadi indah pada waktunya. Jadi jangan takut tidak bisa memenangkan kehendak Allah, karena Tuhan akan membantu anak-anakNya untuk berjalan pada jalanNya.

Mari dimulai dengan mengerjakan TA hari ini..

  1. Juni 5, 2016 pukul 3:02 am

    Appreciate thee recommendation. Let me try it out.

  2. Oktober 16, 2016 pukul 8:48 am

    Savesd ass a favorite, I really like your site!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: