Beranda > Uncategorized > Sebuah kisah klasik untuk masa depan

Sebuah kisah klasik untuk masa depan

Pagi ini aku terbangun, dan tiba-tiba mengingat sebuah kenangan. Ya sebuah kenangan, yang hanya tinggal kenangan. Namun aku bangga punya kenangan seperti itu. Tadi pagi, kembali lagi kuingat saat-saat dulu. Saat paling mengharukan dan paling membanggakan, ketika kita akhirnya mampu menunjukkan bahwa kita siap menghadapi dunia

(trus layarnya gerak2 kayak ombak, langsung berganti pemandangan masa lalu dengan mode layar sephia. Kayak di tipi tipi itu waktu ada orang lagi menghayal)

Saat itu, tepat 3 tahun yang lalu (ga tepat banget sih.. lebih sedikit lah, beberapa bulan..) ketika kita berkumpul di sebuah gedung pertemuan di Palembang. Kita ber 6 sedang bersiap-siap sambil duduk bareng dan ngambil minuman. Tak berapa lama datang beberapa teman lain dengan pakaian yang luar biasa rapi dan bagus. Sebuah pemandangan yang menakjubkan karena biasanya kita hanya bertemu dengan berpakaian putih-abu-abu. Tapi, hari ini kalian semua tampak begitu mempesona.

Ya, hari itu adalah hari perpisahan SMA Xaverius 1 Palembang. Saat dimana kita akan melanjutkan hidup masing-masing, dan meragukan bahwa kita akan bertemu lagi. Kami ber 6, bergabung dalam sebuah band kebanggaan yang bernama Nine Band. Sebuah band amatir SMA, namun menyimpan banyak kenangan dan persahabatan. Saat itu, Nine Band kebagian jatah untuk membawakan lagu di akhir acara. Ntah kenapa, tampaknya momen yang tepat sekali dengan lagu yang kami bawakan.

Langsung saja, saat acara terakhir, ketika beberapa saat sebelum pulang, kita dipanggil. Kita ber 6 langsung naik ke panggung, menempati posisi masing-masing : Nobi dan Arya pada Singer, Ade pada Gitar, Leo pada Bas, Igor pada Keyboard. Kalo ga salah masih sama Rezki pada Lead Gitar. Dan kita pun mulai menyanyikan lagu itu. Sebuah lagu, yang berhasil membawa suasana. Sebuah lagu, yang tak akan pernah kulupa

Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan, by Sheila on 7 

Jabat tanganku mungkin untuk yang terakhir kali
kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku, usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tiada bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang kan kita rindukan
Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
Smoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
Smoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Sejak kita mulai menyanyikan lagu itu, semua orang langsung saling berjabat tangan satu sama lain. Mengucapkan kata selamat tinggal, dan semoga sukses. Semua berlari ke sana sini, mencari teman dan sahabatnya. Saat bertemu, bahkan mereka langsung berpelukan, seolah terbawa dengan lirik baris ke 3 dan 4. Tangis dan tawa terdengar di mana-mana. Air mata jatuh bercucuran (Serius, ini bukan hiperbola). Seketika, semua langsung menikmati saat-saat paling berharga ini. Saat dimana kita menyadari, betapa berartinya 3 tahun yang sudah kita lewati bersama. Begitu banyak tawa dan canda yang lepas. Begitu indahnya segala marah dan emosi yang pernah ada. Semua itu, seakan kembali terulang pada hari itu.

Saat kita mulai menyanyikan reff, semua orang langsung berangkulan, dan menyanyikan bersama. Sungguh, tak dapat digambarkan betapa haru saat itu. Satu gedung bernyanyi bersama lagu yang kita nyanyikan, sambil berkata “Sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu, menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan”.

Bagaikan tak ingin berhenti, kita terus menyanyikan lagu itu. Kita ulang lagi dari awal, kita ulang lagi reffnya. Dan terus kita ulang sampai kita bosan menyanyikannya. Belum pernah kita membawa lagu hingga selama itu. Belum pernah. Sampai saat itu.

Saat kita selesai menyanyikannya, aku pun menyadari, mungkin ini kali terakhir kita bermain bersama. Mungkin ini kali terakhir kita memadukan irama bersama. Dan memang benar, itulah kali terakhir kita bermusik bersama. Aku ingat saat kita selesai. Kita berkumpul bersama. Kita berdoa bersama, dan kita berjanji bersama, bahwa setelah itu, dimanapun kita kuliah, kemanapun kita pergi, kita akan selalu saling mengingat dan memperdalam kemampuan kita masing-masing. Hingga suatu saat nanti, entah kapan, kita akan bertemu lagi, kembali bermain bersama, dan menyombongkan kemampuan kita yang luar biasa ini. Aku percaya, kita akan bertemu lagi.

Hanya satu yang aku sesali, aku tak bisa memeluk kalian lebih lama saat itu. Aku tak bisa menahan kalian lebih lama saat itu.

Sekarang hanya tinggal kenangan. Kalian telah menempuh masa depan kalian. Kudengar, kalian sudah hebat di bidang kalian masing-masing. Tampaknya kalian sudah banyak berubah. Namun kenangan itu akan tetap ada. Kenangan terhebat semasa SMA. Kenangan terindah yang pernah kudapat. Kenangan yang selalu membuatku berhasil tersenyum, bahkan saat aku sangat tidak ingin tersenyum.

Mungkin diriku, masih ingin bersama kalian…
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian…

(Postingan ini kupersembahkan untuk anggota Nine Band dimanapun kalian berada. Just so you know, that i missed you all)

Kategori:Uncategorized
  1. Juli 13, 2007 pukul 2:32 am

    wew… keren

  2. Juli 13, 2007 pukul 6:12 am

    hiks…hiks…jadi inegt kenangan lalu….

  3. Juli 13, 2007 pukul 11:18 am

    wah.. jadi inget masa smp.. ~_~

    uh, dulu pernah pengen banget nyanyiin ini pas wisudaan sma.. sayangnya, acara saat itu gak memungkinkan gw untuk mengisi acara.. T_T

    oya, ini salah satu lagu yang pengen gw nyanyiin pas wisudaan tahun depan… amin!😉 tunggu saja aksi saya ^_^’

  4. Juli 16, 2007 pukul 4:01 pm

    wew…
    mantab sekali gor.

    lagunya emang pas sekali, dan tampaknya kalian dengan sukses bisa menghanyutkan suasana…
    (emang banjir pake hanyut2)
    salut! semoga bisa manggung bareng lagi…

    btw, kalo di gw yang manggungnya para adik kelas.
    jadi mereka lebih milih memainkan lagu yang BISA dimainkan daripada yang COCOK dimainkan -_-”

    ok, skarang waktunya bertanya!
    kenapa namanya Nine Band?
    ( gw ga nemu angka 9 atau kata sembilan di postingan )

    (Igor says : Hoho itu jg ntah kenapa, biasanya kita kalo main, milih lagu yang bisa nunjukkin skill. Tp ntah kenapa, utk saat itu, kami sepakat utk menanyikan lagi yang cocok aja. Kalo dipikir, aneh jg. haha Kenapa namanya Nine Band? Percaya ato ga, Band ini punya sejarah panjang dengan pergantian pemain2 -udah kayak bola- sampai suatu saat, pernah anggotanya mencapai 9 Orang !! bingung kan pada megang apa aja?? BTW, PAUL UDAH PUNYA BLOG!! Gyahahaha)

  5. Juli 17, 2007 pukul 7:45 am

    igooor, haloo aku senang membaca2 blog mu lho..btw gor, you has been tagged!! visit http://aryarindhu.blogspot.com untuk lebih jelasnya..isi yaa *ttg 6 keanehan kamu😀

  6. Juli 31, 2007 pukul 6:14 am

    ternyata masi inget juga sama nine band…

    masi kumpul ga sekarang (reuni)?, arya, nov, nobi, dkk

    (Igor says : Gaya nih pake tulisan someone segala. Bilang aja Aji. Tapi sekarang dah ga pernah kumpul lagi. Dah pada menghilang nih)

  7. udin
    Juni 10, 2008 pukul 5:33 pm

    ahahahah

    kata”
    hingga suatu saat nanti mungkin suatu saat di neraka
    ahaha
    canda,…

  8. Bill Brenton
    Maret 4, 2009 pukul 11:57 am

    hallo igor..
    salam kenal,,
    aku seorang siswa kelas 3 sma yang di ujung akhir..

    sepertinya, pengalaman kamu bagus buat raferensi buat perpisahan di skul nanti…

    thankz..
    GBU..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: