Beranda > Batak Culture > Budaya Batak – Pentingnya sebuah keluarga

Budaya Batak – Pentingnya sebuah keluarga

HORAS

Oke, sekarang saya akan membahas bagaimana keluarga dalam adat Batak. Mengenai keluarganya dan sifat-sifatnya. Lumayan untuk membuat kamu mengerti bagaimana jalan pikiran keluarga Batak.

Untuk catatan, budaya batak menganut yang namanya sistem Patrilineal yang artinya garis keturunan ayah. Maka itu, semua anak yang lahir akan memakai marga yang sama dengan ayahnya. (Bukan!! bukan dengan ibunya). Karena ibu dianggap sebagai pendatang di keluarga ayah. Dan juga secara otomatis, marga ayah sama dengan marga ayahnya ayah (kakek/opung) (Patrilineal.. inget inget!!). Sehingga marga cucu pasti sama dengan marga kakek (bukan nenek). Hehe kayak yang muter-muter yah. Nah yang dapet marga ayah ini ga cuma anak laki-laki, tetapi juga anak perempuan.

Dalam budaya batak, anak adalah harta paling berharga dalam sebuah keluarga. Oleh sebab itu, kelahiran seorang anak akan membawa pengaruh yang luar biasa dalam keluarga. Oleh sebab itu acara kelahiran biasanya dilakukan pesta yang luar biasa dengan acara-acara gereja (kebaktian) dan makan-makan. Dalam keluarga, anak laki-laki adalah anak yang berharga karena akan membawa marga dan nama keluarga. Sedangkan anak perempuan adalah anak yang disayang karena pada suatu saat anak perempuan akan meninggalkan keluarganya dan pergi bersama misua suaminya.

Anak pertama adalah anak yang paling dibanggakan (biasanya sih) karena akan menjadi ciri khas dalam sebuah keluarga. Anak pertama selalu dituntut untuk bisa menjadi contoh, panutan dan teladan bagi adik-adiknya, ataupun menjadi sebuah kebanggaan bagi keluarga besarnya (keluarga satu opung, dan bahkan keluarga satu marga). Makanya kadang anak pertama suka bersikap seperti seorang bos. Di lain pihak, anak pertama juga merasakan beban tanggung jawab yang sangat besar dari keluarganya. Makanya biasanya anak pertama itu lebih tangguh untuk urusan survival.

Sedangkan anak terakhir menjadi anak yang paling dimanja (yang ini aku ga ngerti kenapa. Tapi biasanya sih gitu) Mungkin karena anak yang terakhir itu paling lucu yah? Oh ya, anak yang terakhir itu biasanya disebut Siampudan (baca : Siappudan). Selain anak pertama, anak siampudan juga yang sering dibanggakan oleh keluarga, walaupun lebih membanggakan anak pertama sebenernya. Tapi biasanya anak terakhir itu dapet fasilitas yang lebih dari saudara-saudaranya. Bahkan membuat saudara-saudaranya menjadi sangat iri padanya.

Sedangkan anak wanita (boru) adalah anak yang paling disayang dan dimanja juga. Walaupun terkadang kadarnya bervariasi dengan anak terakhir. Seperti yang sudah dibilang, anak boru disayang karena suatu saat dia akan dibawa pergi oleh suaminya dari keluarganya. Tidak hanya itu, ini juga karena biasanya, yang membantu ibu untuk melakukan pekerjaan rumah dan memasak adalah anak boru. Terlebih lagi ketika ada pesta, maka anak boru pasti yang akan turun tangan (secara sukarela) untuk pekerjaan bersih-bersih. Sangat membantu. Makanya disayang. Terlebih lagi bila dia adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluarga tersebut. Apa lagi kalo dia jadi anak perempuan satu-satunya, dan terakhir pula. Wuaduh, udah lebih-lebih putri kerajaan tuh. Ini lah juga sebabnya, biasanya adik perempuan itu disayang oleh abangnya. Walaupun terkadang pernyataan rasa sayang itu tidak diperlihatkan secara langsung (biasanya para abang gengsi untuk ngeliatin kalo mereka sayang sama adiknya. Jadinya pake cara lain utk memperlihatkannya).

Oke deh segitu aja dulu mengenai keluarga kecil batak. Mengenai keluarga besar batak akan dibahas lain waktu.


[to be continued]

Kategori:Batak Culture
  1. Juni 28, 2007 pukul 5:44 am

    “Makanya kadang anak pertama suka bersikap seperti seorang bos.”
    BAH! Hehehe,,iya sih kadang-kadang.
    “Di lain pihak, anak pertama juga merasakan beban tanggung jawab yang sangat besar dari keluarganya. Makanya biasanya anak pertama itu lebih tangguh untuk urusan survival.”
    HUehehehe,,masa sih :p
    Emangnya Igor anak sulung juga ya?

    (Igor says : Yah betul, aku anak sulung. Makanya *katanya sih* aku lebih tangguh dari adik2ku. Coba lihat deh, anak pertama itu kan harus bisa jadi contoh. Makanya dia yang harus pernah mencoba segala sesuatu sebelum dicontoh adik2nya. Bahkan pada akhirnya, biasanya adik2 itu sering minta tolong ke anak pertama kan.)

  2. Juni 29, 2007 pukul 4:58 am

    Hmm…. Gak ada yang namanya anak tengah khan…:mrgreen:
    silakan dibayangin…
    Gw saudara bertiga…. Abang gw satu… gw yang tengah dan adek gw cewe paling bungsu….๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›
    Dulu gw ngerasa paling gimana gitu….

    (Igor says : Wohohoho… tenang aja Pet. Gitu-gitu, kau kan tetap anak mereka juga kan. Apalagi laki-laki, setidaknya penerus keturunan lah…)

  3. Maret 20, 2009 pukul 12:29 pm

    mantap lae..
    satu lagi mau nambahin nih.
    Apalagi ada anak co satu2nya dalam keluarga.
    Pasti anak tersebut sangat dimanja.
    Dengan kata lain rata-rata semua yang dia mau pasti dikabulin. Karena satu2nya penerus marga.
    Horas!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: