Beranda > Daily Life > Good morning Jakarta, sleep tight

Good morning Jakarta, sleep tight

Biasanya, kalau kita ingin mengucapkan “sleep tight” alias selamat tidur, pasti didahului dengan kata selamat malam. Tetapi nampaknya hal ini tidak terlalu berlaku bagi orang Jakarta. Ya, mungkin akan lebih pantas bila disebut “Good morning Jakarta, sleep tight” atau”Good morning Jakarta, have a nice dream”

Sangat mengejutkan melihat relita kehidupan Jakarta yang seperti ini, sangat bertolak dengan pagi hariku kemaren. Hari ini tampak kedamaian memenuhi isi Jakarta. Senang rasanya berada di pagi hari yang tenang dan damai seperti ini, tidak seperti hari kemarin. Padahal, hanya berbeda 30 menit saja.

Namun cukup mengherankan juga, karena penghuni Jakarta tidur di pagi hari (07.00 am) saat di belahan daerah yang lain, para manusia sudah sibuk seperti semut, berlarian kesana kemari untuk mencari penghasilan. Mungkin inilah salah satu dampak kejamnya hidup di kota Jakarta, yang pergi pagi dan pulang malam, sambil menjalankan rutinitas yang membosankan terus di kantornya. Wajar saja kalo lelah, letih dan ngantuk terus menghinggapi raga, bahkan di pagi hari setelah bangun pagi dan mandi (masih saja ngantuk).

Lihatlah betapa sebersit kelelahan nampak dari wajah mereka yang tidur dengan damai, yang hanya bisa menikmati segelintir waktu untuk beristirahat sebelum memulai lagi rutinitas (baca : pembebanan) sehari-hari.

Good Morning, sleep tight Good Morning, sleep tight

Rasanya, di luar negri sana, yang kotanya juga lebih besar dari Jakarta, tidak seperti ini. Tidak ada yang namanya lelah, desak-desakan, tidur selagi berangkat kerja. Mereka selalu tertata rapi dan teratur. Yah, setidaknya tidak seperti di Jakarta sini.

Jakarta, sungguh kota aneh yang penuh dengan kemajemukan, dimana keragaman dari satu negara, tampak miniaturnya dalam diri kota Jakarta. Akankah Jakarta terus menerus begini? Semakin berkembang ke arah yang tidak pasti? Atau tidak berkembang sama sekali?

Sedikit tebak-tebakan, is she praying? or is she sleeping?

Is she praying? or sleeping?

Kategori:Daily Life
  1. ika
    Juni 20, 2007 pukul 12:59 am

    Hahaha, itu pas gue lagi SMA gor. Pas diangkot adalah saat gue tidur. Tinggal bekuk tas erat2, dan pejamkan mata. Bilang sama otak lo kalo lo akan bangun kira2 1 km dari tempat tujuan. Dan, Voila, gue pasti bangun sebelum bus sampe di tempat tujuan gue. That’s almost every day.
    That’s why gue nggak mau KP di Jakarta. Gue nyaman dengan Bandung yang tak ‘sekeras’ jakarta. Great Job, @Lintasarta, Gor!🙂

    (igor says : Wah, manipulasi otak yang keren banget ka. Tapi masalahnya, apa lo bisa tidur sambil berdiri? hehehe)

  2. Juni 20, 2007 pukul 10:49 am

    Kemaren waktu gw masih ngekos di BSD tapi kerja di Kuningan, gw juga tidur di bis kok… jam 7 masuk bis, tidur sampe jam 8, trus kucek2 mata, turun, lalu ganti bis lagi… ^_^’

  3. ito
    Juni 21, 2007 pukul 5:56 am

    “Rasanya, di luar negri sana, yang kotanya juga lebih besar dari Jakarta, tidak seperti ini. Tidak ada yang namanya lelah, desak-desakan, tidur selagi berangkat kerja. Mereka selalu tertata rapi dan teratur. Yah, setidaknya tidak seperti di Jakarta sini.”
    Yakin lo gor? Kayaknya nggak juga deh..
    (Igor says : yah, kan setidaknya ga seperti di Jakarta sini.. Mungkin lebih parah :P)

  4. Juni 21, 2007 pukul 1:53 pm

    Hiiy… itu foto yg terakhir serem bgt! Kaya di film2 horor, kan bisa tau2 dia nengadahin mukanya… terus…
    ternyata mukanya rata…… T____T

    (Igor says : Hahahahaha dibond, lo terlalu banyak berkhayal kayaknya.. hihi )

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: