Beranda > Daily Life > Cerita seekor anak rajawali

Cerita seekor anak rajawali

Pada suatu hari ada sebuah telur rajawali yang tidak sengaja terjatuh dari sangkarnya. Telur ini pun menggelinding di atas tanah dan tercampur dengan sekumpulan telur ayam. Sang induk tidak menyadari dan tetap mengerami telur-telur itu, sampai akhirnya menetas.

Sang anak rajawali, tidak mengetahui bahwa dirinya adalah rajawali, dibesarkan oleh induk ayam, dan diperlakukan seperti seekor anak ayam. Yang anak rajawali itu tau, dia adalah anak ayam.

Suatu saat, anak rajawali itu melihat seekor rajawali, gagah dan anggun, terbang di angkasa, membelah langit bagaikan penguasa udara. Sayapnya terbentang dan suaranya menggelegar. Rajawali itu benar-benar gagah, pikir si anak rajawali. Dalam hatinya, timbul kekaguman dan terbersit rasa iri.

“Tapi aku adalah anak ayam. Aku tidak bisa terbang. Aku penakut, dan tidak bisa melindungi diri. Aku tidak seperti rajawali itu”, pikir si anak rajawali.

Setiap hari, dia selalu memandang rajawali itu terbang di angkasa, sehingga makin besar kekagumannya terhadap rajawali itu.

Sampai suatu saat, anak rajawali itu pun mengambil keputusan. Dia akan mencoba. Dia pergi ke puncak bukit dan bertengger di tepi tebing. Dia ingin mencoba terbang. Tapi dia ragu… dia ragu dan tidak yakin apakah dia bisa… dia masih berpikir bahwa dia adalah anak ayam, yang tidak bisa terbang…..

Tapi dia nekat!! Dia melompat dari tepi tebing itu, meluncur jatuh ke bawah. Namun dia memberanikan diri, membentangkan sayapnya, dan mengepakkannya. Seketika itu juga dia membubung tinggi, naik ke atas, terbang ke angkasa. Dia memandang ke langit biru, dan melihat bahwa dia bisa terbang.

Dan dengan gagah dan anggun, sejak saat itu, dia menyadari bahwa dia adalah rajawali.

 

Kita semua, adalah anak-anak rajawali, yang dibesarkan seperti anak ayam oleh pengaruh dunia ini. Kita dibiarkan hidup dalam ketakutan, hanya menjadi seorang penurut agar bisa mengisi perut. Kita tidak berani menatap ke atas dan mencoba terbang.

Tapi, hanya orang yang berani, orang yang nekat, dan orang yang mau berusahalah yang dapat menyadari bahwa dia sebenarnya adalah rajawali, yang gagah, yang anggun, yang mampu mengatasi segala tantangan, yang mampu menaklukkan dan mengalahkan dunia ini.

Aku adalah rajawali. Kamu adalah rajawali. Dia adalah rajawali. Tapi maukah kita, seperti anak ayam itu, berani melompat dan mengepakkan sayap untuk dapat menyadari bahwa kita adalah rajawali?

“Sangkar besi tidak akan mengubah Rajawali menjadi burung Nuri”

Categories: Daily Life
  1. April 13, 2011 pukul 4:45 pm | #1

    pertanyaan saya, mungkinkah sangkar besi mengubah burung rajawali menjadi ayam? *apa sih zak*

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.