Antara Pekerjaan dan Dibayar
Pernah ga sih kepikiran, kalo kerja itu tujuan utamanya untuk apa? Kalo saya secara pribadi, ya jelas untuk dapet duit. Kalo ga mau dapet duit, ya ga usah kerja kan. hehehe. Tapi gimana kalo kerjaan kita itu membosankan, leha-leha saja, bahkan cenderung tidak ada yang dikerjain. Pernah ngerasa malu ga kalo dapat duit dari hasil pekerjaan yang seperti itu?
Nah jangan keburu mengambil kesimpulan dulu kawan. Lihat dulu jenis pekerjaan anda. Karena jenis pekerjaan yang dibayar itu ada 2 :
- Dibayar untuk bekerja
Ya, sudah pasti kan. Kalo orang bekerja, maka dia dibayar. Contohnya tukang sapu jalan. Kalo mereka nyapu jalan, barulah mereka dibayar. Ga nyapu, ya ga ada bayaran. Ya mirip seperti pekerjaan honorer lah. Kebanyakan tipe pekerjaan di Indonesia adalah tipe pekerjaan yang dibayar untuk bekerja. Dan kebanyakan dari kita sudah diajarkan dari kecil, bahwa kalau kita bekerja, maka kita dibayar. Makin keras kita bekerja, makin banyak kita dibayar. Itu sebabnya terkadang lembur jadi pilihan untuk tambahan uang. Banyak perusahaan besar di Indonesia pun seperti itu. - Dibayar untuk tidak bekerja
Nah loh, maksudnya apa? Iya betul, ada tipe pekerjaan, yang kita dibayar untuk kita tidak bekerja. Pusing? bingung? Kenapa? Karena tipe pekerjaan seperti ini, makin kita bekerja, makin jelek kinerja perusahaan kita, atau makin banyak kesalahan yang ada dalam perusahaan kita. Contohnya seorang HelpDesk. Helpdesk itu dibayar untuk tidak bekerja. Karena kalo makin jarang mereka nerima telepon dari customer, berarti sistem yang diberikan perusahaan kepada customer tidak bermasalah. Tapi kalo makin sering mereka terima telepon dari pelanggan, maka hal ini berarti ada yang salah pada sistem perusahaan. Contoh lain lagi adalah sistem administrator bagian maintenance. Kalo makin sering mereka TIDAK melakukan maintenance, maka perusahaan makin maju. Tapi kalo sering melakukan maintenance, berarti masih ada yang salah kan. Dan orang-orang seperti ini, semakin jarang mereka terlihat bekerja, semakin senang lah pak boss. Tapi kalo orang-orang ini dilihat boss sedang bekerja, makin sangar lah wajah si boss itu. Tapi terkadang pekerjaan seperti ini jarang dimaknai oleh yang empunya pekerjaan. Mereka sering mengeluh karena bosan, ga ada kerjaan, dan merasa leha2 dan tak layak digaji untuk itu. Padahal sebenernya, mereka memang HARUS seperti itu, demi kemajuan perusahaan.
So, kita sudah tau bahwa ada 2 tipe pekerjaan, yaitu pekerjaan yang dibayar untuk bekerja, dan pekerjaan yang dibayar untuk tidak bekerja.
Maka, sadarilah tipe mana pekerjaanmu, dan kau akan mengerti tujuan dari pekerjaanmu.
Jadi, kamu ada di tipe pekerjaan yang mana?


Komentar Terakhir