Arsip

Arsip untuk April, 2008

Mayoritas dan Minoritas

April 28, 2008 Igor Panggabean 24 komentar

Hmm, mungkin ini adalah sebuah postingan yang akan menjadi serius, namun saya hanya mengharapkan sebuah feedback yang membangun, bukan sekedar cacian dan makian. Ingat, tulisan ini tidak untuk menambah hit blog sama sekali. Saya sih tidak peduli. Oke, kita mulai.

Tidak dipungkiri, sejak dahulu sudah ada yang namanya mayoritas dan minoritas. Kedua kelompok ini adalah bagian dari masyarakat yang akan dan selalu ada. Tidak dipungkiri lagi terdapat perbedaan di antara keduanya. Sebuah perbedaan yang sebenarnya cukup besar, namun selalu saja tidak disadari oleh kedua belah pihak. Salah satu perbedaannya adalah perbedaan tingkah laku kepada golongan non sejenis.

Percaya atau tidak, di jaman sekarang ini, masyarakat sudah berusaha untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang bersinggungan dengan keadaan mayoritas atau minoritas. Terutama di Indonesia ini. Namun sayangnya, hal ini belum benar-benar terjadi. Yang ada hanyalah masyarakat negara ini takut untuk bersinggungan dengan hal ini, dan akhirnya menutup diri dari kenyataan bahwa mayoritas dan minoritas itu ada. Fatalnya, sikap seperti ini tidak mengubah pola tingkah laku kepada golongan non sejenis.

Contohnya, di negara ini, orang kaya adalah mayoritas dan orang miskin adalah minoritas. Setuju kan? Apa lagi yah? Suku Batak adalah minoritas, namun suku Jawa adalah Mayoritas. Setuju? Keturunan Indonesia adalah mayoritas, sedangkan keturunan Tiong Hoa adalah minoritas. Termasuk agama Islam adalah mayoritas dan agama Kristen adalah minoritas. Dari semua yang disebut diatas, segalanya adalah hal-hal yang memang berbau SARA. di Indonesia ini, menyinggung SARA itu katanya dapat mengganggu ketenteraman hidup bermasyarakat.

Mari kita tilik lebih lanjut, tentang bagaimana Mayoritas bertindak terhadap minoritas dan bagaimana minoritas membalas perlakuan Mayoritas. Lihat bagaimana orang kaya bertindak terhadap orang miskin. Coba, pergi ke luar, ke perempatan jalan. Perhatikan berapa banyak pengamen, anak jalanan, peminta-minta yang ada. Perhatikan pula berapa banyak pengendara bermotor berseliweran. Lihat kan perbedaannya disana?

Contoh lagi, bagaimana perilaku masyarakat Indonesia terhadap keturunan Tiong Hoa. Datanglah ke Universitas negeri manapun di Indonesia. Hitunglah, berapa banyak keturunan Indonesia, dibandingkan dengan keturunan Tiong Hoa di kampus itu. Datanglah ke Universitas Swasta. Coba hitung lah? Dan tariklah kesimpulan sendiri kenapa bisa sampai seperti itu.

Yang paling menarik adalah Agama. Dan kemudian sebagian pembaca akan berkata “Hei, itu tabu”, “Hei, sudahlah, untuk apa agama dibahas”, “Wah, agama sih memang ga pernah habis”, “Malas ah, rumit, ribet, dll” dan akhirnya pembicaraan tentang ini tenggelam bersama dengan datangnya waktu. Tapi, ayo lah, hal ini nyata dan terjadi. Agama ada di setiap manusia. Perbedaan perlakuan antar umat beragama pun terjadi. Tapi terserah saja, yang mau membaca, silahkan teruskan ke paragraf di bawah, yang tidak mau baca, ya skip saja paragraf di bawah. Tapi mungkin anda akan melewatkan 1 kenyataan lagi yang terjadi dalam hidup anda.

Coba sebut, agama apa yang menjadi Mayoritas di Indonesia ini (Islaaammm)? Coba sebut, agama apa yang menjadi minoritas di negara ini (Kristeeen, Katoliiiik, Budhaaaaa, Hinduuuu). Bahkan yang terakhir, agama Hindu, mungkin segelintir masyarakat bahkan tidak tau bahwa di Dunia ini ada agama Hindu. Perlu saya buktikan? Tidak usah, lanjut saja. Masyarakat Indonesia ini tau, bahwa hal ini adalah hal paling sensitif yang dapat terjadi. Perdebatan mengenai agama saja dapat berujung pada peperangan, perubahan peraturan, pendiskriminasian, sinisme berkepanjangan, sampai tuduhan pelanggaran hukum. Dan pada akhirnya, siapa yang dimenangkan coba?? (Mayoritaaaasss) Dan apa yang terjadi pada kaum minoritas? (Diem aja luh. belagu lagi, gua bantaaaiii) Ok, memang terlalu berlebihan. Tapi coba kita lihat deh. Apa yang terjadi ketika film FITNA muncul di dunia? Apa yang terjadi ketika ada yang berusaha menyerang sebuah agama Mayoritas. Jawab sendiri lah yah. Lalu, coba, pergi ke gramedia, lihat buku bagian “Agama”, “New Released”, atau “Popular Books” dan lihat buku2 sejenis yang berjudul “Yang tak mungkin dijawab orang Kristen”, “Kesesatan Kristen”, “Jasad Yesus ditemukan”, “Injil Yudas”, “Injil Maria Magdalena”, dll yang tidak ada dalam alkitab. Ga usah jauh2 deh. “Da Vinci Code”. Siapa yang tidak tau, belum pernah membaca, atau menonton filmnya? (sayaaaa). Dan kemudian, coba perhatikan, apa yang dilakukan oleh sebuah agama minoritas ketika ajaran agamanya di serang? Dan silahkan lakukan perbandingan. Mengapa film FITNA dengan cepat dihapus dan bahkan dibuat peraturan pelarangannya, sedangkan film “Da Vinci Code” dan film lain2nya yang ada menyentil tentang “Ajaran Kristen itu tidak benar” dapat dengan tenang beredar di bioskop2 seluruh Indonesia? Tidak usah jauh2. Film “Ayat-ayat Cinta”. Jujur saya tidak pernah nonton atau baca novelnya, tapi dari cerita adik saya yang sudah nonton, saya tau lah ceritanya kira2 gimana. Tapi sebelumnya maaf kalo saya salah yah. Di cerita itu, ada seorang Kristen yang pada akhirnya “Mualaf” (Itu ya sebutannya di Islam? Saya tidak tau, maaf kalo salah) dan berpindah dari agamanya demi Cinta. Berikutnya saya tidak tau dan tidak mau tau. Maaf, don’t bother me with that. Bahkan presiden menghimbau masyarakat Indonesia untuk “wajib” menonton film ini. Tapi, coba kalau ada film yang bercerita tentang seorang beragama “Islam” yang berpindah ke agama kristen demi Cinta. Mungkin kah film seperti ini akan pernah muncul di bioskop Indonesia? Mungkin kah presiden akan menghimbau untuk menonton film seperti ini? Sekarang kita lihat tayangan TV. Berapa banyak sih sinetron dll yang sejenis yang bernuansa dan menyebarkan ajaran Islam muncul di layar kaca? Seberapa sering iklannya muncul? Seberapa banyak sponsornya? Seberapa kaya itu para artis2nya? Ada berapa season kah sinetron itu? Pada jam2 berapa film itu ditayangkan? Bandingkan dengan sinetron yang bernuansa Kristiani. Mungkin sebagian akan bertanya, emang pernah ada yah? Ya wajar sih kalo keberadaannya saja tidak diketahui. Iklan saja sangat jarang, dan iklannya ada pada jam2 non strategis tertentu. Sinetronnya saja diputar pada jam2 tengah malam. Tidak pernah tuh sampe season 2. Sponsor? Tunggal. Di Channel apa diputar? Cuma RCTI (CMIIW). Artis2nya siapa aja? Yang pasti jarang yang dikenal dan bisa sampe seterkenal Farel dan Fitri lah. Coba kita putar balik. Kalo film nuansa Islam dan nuansa Kristen diperlakukan terbalik? Jangan2 saluran TV swasta dilarang beroperasi di Indonesia. Balik lah kita ke jaman TVRI dulu. Disini memang banyak dibahas antara Islam dan Kristen yang mencakup Protestan dan Katolik. Lalu dimana agama lain nya? Budha? Hindhu? Wah maaf, kalian sudah terlalu minoritas di negara ini. No Offense, tapi agama kalian jarang di perdebatkan sih. kita sesama agama minoritas sih lebih baik menjaga kelanggengan dan saling menghormati.

Lihat kan? Mayoritas itu selalu lebih kuat dan berusaha meminimaliskan para minoritas. Mayoritas = super power. Minoritas = kelaut aje. Tapi katanya Indonesia ini adalah negara bebas? Bebas berekspresi? Bebas berpendapat? Negara Pancasila? Pembukaan UUD aja masih disebut2 di upacara SD. Eh, SD sekarang masih suka ada upacara ga sih? Katanya indonesia ini Bebas kan. Tapi kok sepertinya kebebasannya hanya ada kepada golongan Mayoritas ya? Mana kebebasan untuk minoritas? Kalo orang miskin berdemo, langsung aja diusir, dipentung, ditangkapin. Tapi kalo orang kaya apalagi pejabat2 yang langsung main belakang dan serah terima uang, mulus lah.

Prihatin memang. Indonesia sudah mulai kehilangan persatuannya. Indonesia sudah mulai dikuasai oleh kaum mayoritas, dan kaum minoritas hanya bisa bersabar dan mau menerima keadaan apa adanya. Tanpa disadari, kedewasaan sebenarnya lebih terlihat pada kaum minoritas. Inilah kenyataan negara kita. Negara yang penuh dengan “katanya..” “katanya..” sementara yang ada adalah “Faktanya..” “Faktanya..” yang selalu berusaha di tutup2in dan terus mengedepankan yang “katanya..” “katanya..” itu.

Terima kasih sudah mau membaca dan berkomentar. Sekali lagi, tulisan ini tidak untuk menyerang salah satu pihak, bukan pula sebuah bentuk jeritan hati kaum minoritas, tapi sekali lagi, tulisan ini hanya mengemukakan fakta, dan bentuk penagihan kepada kebebasan yang katanya ada di Indonesia ini. Inilah bentuk kebebasan berpikir saya.

Categories: Curhat Life

Tolong, aku mau mati

April 14, 2008 Igor Panggabean 12 komentar

Jadi ceritanya gini, tadi pagi tuh, si doi yang bernama “Magdalena” jatuh sakit setelah beberapa hari sebelumnya dia ga mau di bawa ke dokter dengan alasan msh bisa diatasi sendiri… Tapi tadi pagi akhirnya dia setuju untuk di bawa ke dokter.

Masalahnya adalah, dia menggunakan Askes Gold dari PT PUSRI, yang mana dokter keluarganya itu adalah Dokter Nanden yang dapat di temui di Kimia Farma yang deket sama BIP, tapi pada malam hari. Bayangkan itu sodara-sodara. Dokter keluarganya baru bisa ditemui malam hari, sementara pasiennya sakitnya di pagi hari.

Ok, putuskan ke poliklinik Boromeus aja, secara Boromeus juga nerima askes. Tapi untuk jaga2, nelp boromeus dulu ke 2552000.

2552000 : tuuuttt…..tuuuuuttt…. selamat datang di rumah sakit boromeus. untuk informasi tekan 1, untuk blablabla
Saya : tuuuttt… (tekan 1)
2552000 : Selamat pagi dengan bagian informasi ada yang bisa di bantu?
saya : Pagi, pak mau nanya, di poliklinik umum boromeus bisa terima askes kan?
2552000 : Kalau soal itu, silahkan hubungi poli umum saja pak di 2552111
saya : oh gitu yah, baiklah makasih. Klik…. (katanya informasi, tapi kok… aneh yah??)

Menghubungi 2552111

2552111 : tuuuttt….. selamat pagi, ada yang bisa dibantu?
saya : Selamat pagi mbak, mau nanya kalo di poli umum bisa terima askes yah?
2552111 : Kalo untuk askes, silahkan menghubungi ke 2552116 saja pak.
saya : Eh?? …… baiklah kalau begitu makasih yah.

Menghubungi 2552116

2552116 : Tuutttt… halo ada yang bisa dibantu?
Saya : Selamat pagi pak, mau bertanya, di poli umum bisa terima askes yah?
2552116 : Maaf pak, kalau disini tidak menerima askes. Disini hanya menerima rujukan dari dokter keluarga saja. Jadi bapak ke dokter keluarga saja dulu, minta surat rujukan untuk ke poli umum
Saya : Jadi tidak bisa langsung ke sana ya pak?
2552116 : Tidak bisa pak
Saya : Wah, ini kalau mau ke dokter keluarganya dulu, harus nunggu malam pak. Ini butuh ke dokternya sekarang ini.
2552116 : Kalau begitu coba bapak hubungi bagian askes saja dengan pak Agus di ….
Saya : (menyela dengan cepat sebelum dilempar lagi) Mas, gini aja deh, saya butuhnya cepat. Kalau ke EMERGENCY bisa kan?
2552116 : Kalau ke Emergency, coba saja bapak hubungi ke 2552094
Saya : (Arrghh SH*T) yaa sudah, makasih ya pak

Menghubungi Emergency

2552094 : Halo ada yang bisa dibantu?
Saya : Halo, dengan emergency?
2552094 : Bukan, ini dengan front office emergencynya
Saya : (aargghh apa bedanya sih???) Mas, di Emergency bisa pakai askes kan ?
2552094 : Disini tidak bisa pak, hanya kasus yang berhubungan dengan yang emergency saja bisa ditangani di sini..
Saya : (wah, ini masalahnya pasiennya dah tergeletak hampir pingsan nih) Maksudnya pak?
2552094 : Iya, jadi nanti kita periksa dulu, kalau dokter bilang ini bukan gawat darurat, kita tidak bisa menangani, jadi nanti kita berikan ke poli umum saja.
Saya : Ke poli umum? berarti harus pake rujukan lagi?
2552094 : Betul pak.
Saya : Jadi harus ke dokter keluarga dulu lagi?
2552094 : Iya pak.
Saya : (aaarrrrgggghhh!!! Brengsek!!) Rujukannya ga bisa dari emergency aja pak?
2552094 : Tidak bisa. Disini tidak bisa mengeluarkan surat apapun. Tapi bapak bisa coba menghubungi Pak Agus di lantai 2 untuk minta rujukan ke poliklinik saja.
Saya : Oh, bisa minta rujukan ke pak Agus ya? Bisa minta nomornya pak?
2552094 : Wah, kurang tau. Disini tidak ada yang punya. Langsung saja datang ke Lantai 2 di gedung Yoseph. Pak Agus disini sampai jam 1.
Saya : Baiklah makasih.

hmm apa ke sana saja langsung? Tapi buat jaga2 saya coba hubungi saja deh. tadi ada yang mo ngasih kan. Telp aja lagi 2552116

2552116 : Selamat pagi
Saya : Pagi Mbak, bisa minta nomor pak Agus di bagian Askes?
2552116 : Nomornya di 081*21618462

Menghubungi pak Agus

Agus : Selamat pagi..
Saya : Pagi pak Agus..[cut] saya bisa minta rujukan untuk ke poli umum? Karena saya tidak bisa ke dokter keluarga, baru malem adanya.
Agus : Wah, saya tidak mengeluarkan surat rujukan pak. Saya tidak punya. Tapi kalau begitu, bapak ke KF51 aja yang 24 jam. Disana juga bisa.
Saya : Tapi dokter keluarganya bukan disitu pak
Agus : Tidak apa2 pak, disana juga bisa kok.
Saya : Baiklah makasih..

Memutuskan untuk ke KF51 aja. Tapi mengingat ini lagi di Indonesia, akhirnya mencoba menghubungi sana dulu nanya dokternya ada ato ga..

KF51 : Halo?
Saya : Mbak, dokter poli umum sudah datang?
KF51: Belum, baru datang jam 9

Lihat jam… wah ini baru jam 8 !! Tp kondisinya dah nampak parah ini… ya sudah nunggu aja deh sambil sarapan..

Jam 9.15 langsung meluncur ke KF51. Kirain bakal mulus, tapi waktu mendaftar ke perawat bagian FO nya (yang mana perawatnya itu gendut-gempal-susah-berjalan-dengan-wajah-sangar-tak-bersahabat dan saya yang tetap mencoba tersenyum setelah kejadian tadi pagi) ..

Perawat : Mau rujukan atau berobat mas?
Saya : mau berobat mbak.
Perawat : Berobat yah (lalu memeriksa kartu askes Gold nya magda)….. eeeeeeeee, tunggu dulu! Ini dokter keluarganya bukan disini mas. Harus ke Dokter Nanden. Jadi ga bisa disini (langsung nyerahin kartu balik)
Saya : Iya, tapi tadi saya sudah telp pak Agus, katanya ke sini juga bisa. Saya sudah bilang dokter ini baru bisa ditemui malam, tapi ini butuh sekarang. Kata Pak Agus ke KF51 aja
Perawat : Dari pak Agus yang bilang? Nanti saya hubungi dia! (dengan nada tidak percaya) Soalnya kemaren dia sendiri yang bilang tidak boleh beda klinik. Sekarang dia sendiri yang bilang boleh kesini! Nanti saya hubungi! Ya sudah, sekali ini saja saya kasih, tapi besok2 sudah tidak boleh ke sini lagi ya! Cuma kali ini saja. Saya tidak berikan lagi.
Saya : (dalam hati : terserah dirimu lah, yang penting sekarang ini saya harus berobat. mo marah kek, mo ga boleh kek, mo muntah kek, yang penting tujuan untuk berobat tercapai aja..)

Yah, sampai situ saja. Dokternya sih baik, dia tetap profesional, walau pun pada akhirnya obat yang diberikan ya itu lagi itu lagi.. obat standar lah.

Saya jadi berpikir, se miris ini kah tabiat bangsa ini? Padahal sudah pake Askes Gold, yang notabene adalah askes skala tingkat tinggi. Ibaratnya waktu opname, sudah harus dapat kamar VIP, tapi ternyata perlakuannya masih seperti ini.. Boromeus pun, yang katanya rumah sakit yang besar di Bandung ini, ternyata di dalamnya masih seperti itu. Plin plan. Lempar sana lempar sini, informasi yang didapat tiap lemparan pun selalu berubah. Mo jadi apa ini?

Bayangkan kalo pasien nya sampai mati hanya karena di lempar-lempar dan pada akhirnya tidak jadi ke sana, dan di poli klinik pun masih di tekan. Hei, pejabat askes, nyadar ga sih, Kami ini sudah membayar kalian. Untuk apa bayar askes tiap bulan, kalau ternyata mo berobat aja sesulit ini? Duit saja kah yang ada dibenak kalian? Tidak sadarkan kalau ini saja kalian sudah mempermainkan nyawa manusia??

Masihkah para pengelola kesehatan Indonesia akan tetap begini, walaupun pasien sudah berkata “Tolong, saya mau mati..”?

Categories: Curhat Life Tag:,

Memenangkan kehendak Tuhan

Yah, mungkin ini pembahasan yang agak berat yah. Tp gapapa. Ini cuma mau sharing2 aja sih..

Beberapa minggu ini, rasanya seringkali dalam beberapa saat aku ditegur oleh Tuhan. Tiba-tiba Tuhan bertanya kepadaku, “Apa yang sudah kau lakukan hari ini, Igor?”. Ya, sekilas itu tampak biasa banget, dan aku cuma menjawab sekedarnya, “Hari ini aku sudah blablabla”. Tapi semakin sering pertanyaan itu dilontarkan kepadaku dalam beberapa hari ini, aku semakin berpikir, apa sebenarnya maksud dari pertanyaan itu.

Hari minggu kemarin, dalam kebaktian minggu, akhirnya aku dapat menemukan jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan kepadaku. Selama ini aku menganggap pertanyaan itu biasa saja. Tapi akhirnya, aku menangkap maksud tersembunyi dari pertanyaan itu. Secara tidak langsung, Tuhan mau bertanya kepadaku, “Sudahkah kau melakukan yang sesuai dengan kehendakKu hari ini?” dan dengan wajah tertunduk dan penyesalan, dengan suara yang lirih, aku menjawab “Belum Tuhan..”, tapi kemudian Tuhan berkata lagi kepadaku “Lakukanlah kehendakKu”, dan aku hanya terdiam…

Memang tampak sederhana, tapi kalo mau ditelusuri lebih lanjut, dalam satu hari, ada berapa kali aku melakukan kehendak Tuhan dalam hidupku? Sementara setiap detik hidupku, di sana ada kehendak Tuhan. Sederhana saja. Berada di depan komputer setiap hari dari jam 8.00 – 17.00 seperti ini, bisakah aku memenangkan kehendak Tuhan pada ku hari ini dengan mengerjakan TA, membuat tugas, dan melakukan hal berguna lainnya? sering kali aku memenangkan kehendak diriku sendiri. Seperti kata ratih di tulisanku yang ini saat aku berjanji utk kerjain TA, itu lah kehendak Allah dalam hidupku akhir2 ini. Tapi aku memenangkan kehendakku sendiri dengan tetap berleha-leha, main2, nonton anime, buka2 rileks, dll.

Dalam Alkitab di sebutkan, saat Yesus hendak disalib, dia berkata “Sekiranya mungkin, ambillah cawan ini dari pada Ku”. Ini adalah bentuk keinginan manusiawi yang takut akan penderitaan dan ingin sekali lepas dari penderitaan. Tapi kemudian Yesus berkata “Namun bukan kehendakKu, melainkan kehendakMu lah yang jadi”. Ini adalah bentuk luar biasa dari memenangkan kehendak Allah bagi kita. Penyerahan diri penuh. Total. Mutlak. Habis sudah keinginan diri sendiri, yang ada tinggal kehendak Allah dalam diri. Bahkan untuk berdoa seperti ini, Yesus sampai berkeringat darah.

Akhirnya aku menyadari, tidak mudah memenangkan kehendak Allah dalam diri kita. Yesus saja sampai berkeringat darah. apa lagi diriku yang lemah ini. Sulit memang, tapi Allah berfirman, “RancanganKu adalah rancangan damai sejahtera”, dan aku percaya itu, semua akan menjadi indah pada waktunya. Jadi jangan takut tidak bisa memenangkan kehendak Allah, karena Tuhan akan membantu anak-anakNya untuk berjalan pada jalanNya.

Mari dimulai dengan mengerjakan TA hari ini..

Jesus Loves You

April 5, 2008 Igor Panggabean 1 comment

For God so loved the world …

Hallellujah

Categories: Christian Life

Kerjain TA-nya!!

April 3, 2008 Igor Panggabean 7 komentar

Ya, sudah beberapa minggu ini saya jadi malas ngerjain TA. Sejak adanya proyek itu, yang mengharuskan ku kerja keras dalam 1 bulan. Dan memang saya orang yang agak sulit untuk multitasking, ditambah lagi proyek ini memang menghabiskan waktu dan pikiranku seluruhnya, makanya, TA-nya jadi agak seret bulan Maret kemaren..

Setelah 2 minggu terakhir Maret, seorang yang selalu berada di hatiku selalu mengingatkan “Kerjain TA-nya yaaah” setiap pagi di saat dia mau pergi kerja, dan tidak pernah lupa sampai pada pagi ini..

Makasih ya sayang

Ya, didukung juga dengan kondisi lab dimana aku sering ‘mangkal’ yang setiap pagi selalu berisikan orang-orang yang mengerjakan TA, akhirnya semangat itu pun muncul lagi.

Ya, aku harus mengerjakan TA. Minggu depan aku sudah harus presentasi ke-2, akhir April sudah harus selesai menulis.

Semangat!!

Categories: Curhat Life

Kontroversi UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)

April 1, 2008 Igor Panggabean 3 komentar

Entah apa yang harus dikatakan. Baru 5 hari saja UU ITE disahkan, beberapa situs pemerintahan Indonesia langsung disusupi para hacker yang menolak pengesahan tersebut. Diantaranya adalah

  1. Depkominfo (http://www.depkominfo.go.id/)  yang disusupi foto ‘Roy Suryo’ telanjang dada. Sayangnya depkominfo tidak mau ambil pusing dalam hal ini. Sampai beberapa lama pun foto ini masih saja terpampang tidak diurus. Apa mau mengakui bahwa merasa kerepotan mengurusi para dedemit maya ini??
  2. Golkar (http://www.golkar.or.id/) mengikuti setelah depkominfo yang disusupi (lagi-lagi) ‘Roy Suryo’ yang tampak bertelanjang ria bersama dua cewe bule (hahaha). Tapi golkar langsung ambil aksi menghapus foto tersebut. Sayang sekali, tak berapa lama setelah pembenahan, situs ini kembali diserang dedemit maya yang membuat situs menjadi tidak bisa diakses. Melihat keadaan ini, golkar mengatakan akan merubah situs mereka agar tampak lebih menarik. Hmm, setelah dideface dulu baru nyadar kalo situs mereka tidak menarik?
  3. Postel (http://postel.depkominfo.go.id/) yang dibawah kominfo kembali disusupi oleh foto ‘Roy Suryo’ telanjang dada. Uh ga kuat banget deh. (hahaha) di situs ini para dedemit maya itu menjelekkan Roy Suryo dengan mengatakan bahwa dia itu pakar Bokep yang kerjanya ngurusin foto bugil artis-artis yang lagi sial. Wah, dalem banget itu om.
  4. Direktorat Frekuensi (http://ditfrek.postel.go.id/) yang juga disusupi fotonya om ‘Roy Suryo’. Tapi di situs ini fotonya yang normal dan biasa saja sih. Di situs ini, dedemit maya itu mengejek om Suryo dengan mengatakan bahwa UU ITE itu pembodohan bagi bangsa.
  5. Menpan (http://www.menpan.go.id) Katanya sih disusupi juga, tapi masih dalam konfirmasi

Hohoho, ternyata pas 5 situs dalam 5 hari yah. Berarti 1 situs dikerjakan dalam satu hari doong

Dari info beberapa berita, katanya om Roy Suryo sudah tau siapa pelaku dibalik semua ini. Karena memang dari beberapa gambar yang ada, trademarknya selalu sama, yaitu emoticon kuning yang ada bubble-thought nya. Katanya, pelakunya kemungkinan besar adalah Enda Nasution CS, seorang blogger yang sering berperilaku negatif.

Om Roy juga berpendapat bahwa dia dan situs-situs tersebut merupakan korban saja. Si cracker memang sengaja menyerang situs pemerintahan yang lemah. Tak hanya itu, om Roy bahkan menantang para cracker itu agar membobol situs pemerintahan yang memang benar-benar disupervisi oleh dirinya. Tampaknya om Roy yakin sekali bahwa situs yang dia supervisi sulit ditembus seperti situs pemerintah lainnya.

Yah, ini memang tantangan sekali. Kita mau berubah ke arah yang lebih baik, tapi setiap perubahan yang baik, pasti akan ada saja penghalangnya. Tidak mudah memang. Tapi harus bisa diatasi. Karena dari satu langkah yang kecil, kita bisa mengambil langkah yang banyak. Dari satu pembenahan sektor yang ini, kita bisa memulai pembenahan sektor yang lebih besar. Ya seperti ini. Dimulai dari pembenahan sektor teknologi informasi, akan dapat melakukan pembenahan untuk seluruh Indonesia

Kapan lagi Indonesia ini mau maju? Kapan lagi Indonesia ini mau dianggap oleh para investor-investor asing itu? Kapan lagi Indonesia ini bisa bersaing secara Internasional? Kapan lagi Indonesia mau belajar? Inilah saatnya. Pembobolan situs itu bisa dijadikan langkah awal untuk belajar dan membuktikan diri pada dunia bahwa Indonesia juga bisa aman dan teratur. Memang banyak cracker pintar. Tapi para pakar IT pintar dan bermoral lebih banyak lagi.

Lulusan Informatika ITB juga tiap tahun selalu ada. Saya saja oktober nanti sudah mau lulus. Belum lagi informatika perguruan tinggi lainnya. Ini kan hanya masalah pengalaman. Kalau para fresh graduate itu tidak segera diberi pengalaman, sia-sialah kemampuan mereka. IF ITB kan tidak perlu diragukan lagi kalo soal kemampuan (Jadi promosi gini)

Ya, balik lagi. Jadi saya menghimbau agar kita mendukung saja UU ITB, eh salah, UU ITE. Ingat, kebebasan tanpa batas mengakibatkan kebablasan. Yang namanya kebablasan itu tidak pernah baik. Dukunglah. Forum dewasa yang sudah terkenal di seluruh Indonesia yang bernama Kaskus (sudah pada tau kan?)  yang terkenal banyak menyimpan konten dewasa saja mendukung UU ini.

Kita harus berubah !

(berita dilansir dari detik, kompas dan indocommit)