Pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

Buat yang mau ngelamar kerja ke PNS, ato BUMN, ato beberapa perusahaan lain, pasti sering diminta SKCK / Surat Keterangan Berkelakuan Baik sebagai salah satu syarat pelamaran. Buat yang belum tau, ini aku kasih tau gimana prosedur-prosedurnya, supaya ga kaget ato tanpa persiapan nantinya..

Syarat pembuatan SKCK :

  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy KTP
  • Surat keterangan dari RT dan RW setempat
  • Surat keterangan dari Kelurahan
  • Surat keterangan dari Kecamatan / Polsek Kecamatan
  • Surat keterangan dari Polres (optional)

Sebelum kita mulai melangkah kan kaki, siapkan dulu beberapa hal berikut ini supaya ga bolak balik

  • Foto berwarna, biasanya 4×6, bawa aja sekitar 6/7 buah. Yang pasti untuk kepolisian sekitar 4 biji, sisanya buat jaga2 kalo diminta di kelurahan, kecamatan ato polsek
  • Fotocopy KTP, siapin aja sekitar 5 biji. Yang pasti untuk kepolisian 1-2 biji, sisanya buat kelurahan, kecamatan ato polsek
  • Fotocopy Kartu Keluarga. Siapin 2-3 copy, yang 1 utk di kepolisian, yang 1 jaga2 siapa tau basah.

Berikut cara-caranya

1.
Dateng dulu ke rumahnya pak RT. Bilang aja mo minta surat keterangan utk syarat SKCK. Disana sudah ada blangko formulir yang tinggal diisi oleh si pak RT. Tinggal ngisi nama, alamat kamu, tanda tangan dan cap dari pak RT. Jangan lupa bilang terima kasih sesudahnya. Tetap penting untuk menjaga hubungan baik dan keharmonisan terutama kepada pak RT. Estimasi waktu : 15 menit maks

2.
Sudah itu, bawa formulirnya ke pak RW untuk ditanda tangan dan di cap. Biasanya pak RW nya ga pake tanya2 lagi, langsung keluarin bolpen, tanda tangan, ambil cap dan beres. Kalo pak RW nya lupa ngasih tau, jangan lupa tanya pak RW nya, kantor kelurahannya dimana, cuma memastikan aja supaya ga salah dateng ke kantor kelurahan lain. Estimasi waktu : 10 menit maks

3.
Ke tukang foto copy, fotocopy dulu surat keterangannya 2x utk jadi arsip buat kita.

4.
Trus dateng deh ke kantor kelurahan. Cuma perlu bawa surat keterangan tadi sama foto dan copy KTP siapa tau diminta. Ga lama kok bikinnya, karena tinggal diketik, print, cap, tanda tangan, beres. Kalo ditanya utk apa, bilang untuk melengkapi persyaratan melamar pekerjaan. Karena tujuan pembuatan jg akan dibubuhkan di surat keterangannya. Estimasi waktu : 20 menit maks

5.
Fotocopy lagi surat keterangan dari kelurahannya 2x utk jadi arsip buat kita.

6.
Dari sini, rutenya terbelah 2. Bagi yang ingin mendaftar ke CPNS atau BUMN, lanjutkan rute anda ke kantor Kecamatan. Bagi yang ingin mendaftar ke perusahaan Swasta, lanjutkan ke Polsek

7.
Sampe di kantor Kecamatan ato kantor Polsek. Bilang aja mau bikin surat untuk SKCK dan kasih surat keterangan dari kelurahannya. Nanti dia bikinin surat keterangan. Jangan lupa bawa fotocopy KTP, foto berwarna dan fotocopy Kartu Keluarga. Kalo dari Kecamatan, lanjutnya langsung ke Polres. Kalo dari Polsek, tanya dulu, karena ada yang Polseknya udah bisa ngeluarin SKCK langsung, ada yang harus lanjut ke Poltabes, baru SKCK nya keluar dari Poltabes. Untuk yang dari kecamatan, lanjut ke Polres di point 9. Untuk yang dari Polsek, lanjut ke Poltabes di point 12. Estimasi waktu : 20 menit maks

8.
Fotocopy lagi surat yang barusan didapat 2x utk jadi arsip buat kita.

9.
Lanjut ke tujuan selanjutnya (tujuan terakhir) yaitu Polres. FYI layanan SKCK di Polres buka dari jam 8 – 14 sahaja. Disini yang rada menyebalkan karena waktunya lama banget, apalagi kalo lagi rame dan lagi masa2nya pembukaan job vacancy dimana2. Datang ke sana, bawa semua persyaratan dan surat2 yang dibutuhkan, foto dan segala fotocopy. Bagi yang baru pertama kali membuat SKCK, sebelumnya anda harus membuat surat keterangan idenfitikasi sidik jari, tapi bagi yang perpanjangan, langsung aja ke loket SKCK. Tanya2 aja mana bagian sidik jari di polres. Nanti disana sidik jari kamu diambil, dimasukkan ke database komputer, trus dibuat surat keterangan yang berisi bahwa YBS sudah diperiksa sidik jarinya dan tidak pernah terlibat dalam kasus apapun.

10.
Trus surat keterangannya bawa ke loket SKCK. Bilang mau daftar baru. Trus nanti dikasih form utk diisi. Cari meja, ambil bangku, duduk dan isilah keterangannya. Di form itu ada jg ditanya umur orang tua dan sodara2 kandung (bagi yang lupa supaya dipersiapkan) serta riwayat pendidikan (jadi harus tau pernah sd dimana dan masuk tahun berapa, dst sampe kuliah). Kalo sudah, masukin formnya beserta syarat2 segala macem. Nanti dibilang disuruh tunggu berapa lama. Biasanya kalo masukin formnya pagi, diambilnya siang sekitar setelah jam 11, kalo masukin formnya setelah jam 11, biasanya disuruh dateng besok pagi utk ngambil, tergantung berapa ramenya saat itu (yang biasanya selalu rame karena orang2 baru sadar utk bikin SKCK disaat butuh dan lagi ada pembukaan disaat bersamaan), dan semalas apa si operator bekerja. FYI, utk ngambil SKCKnya bisa diwakilkan, asal si wakil bawa fotocopy KTPmu. Ga ada yang perlu ditanda tangan pas ngambil, makanya bisa diwakilin. NOTES: sesebel apapun saat itu, jangan lupa utk tetap tersenyum dan berbahasa yang baik. Biar gimanapun kita lagi butuh mereka.

11.
Kalo sudah dapet SKCK, coba cek ulang datanya. Pengalamanku kemarin datanya masih ada yang salah, di bagian agama. Kayaknya mereka ga ngecek lagi agamanya apa waktu itu, soalnya ternyata ada 2 orang yang data agamanya jg salah. Kalo salah, tinggal balikin lagi bilang minta benerin. 15 menit doang benerinnya. Abis itu, fotocopy 10 kali, dan balik lagi ke sana utk dilegalisir. Maksimal legalisir 10 kali aja (kayaknya tiap polres beda deh, coba tanya2). Jangan lupa, utk ngelamar kerja kirim yang udah dilegalisir, jangan yang asli, karena yang asli begitu berharga. Kalau sudah, yak, selamat anda sudah mendapatkan SKCK. Congrats!!

12.
Buat yang sebelumnya dari polsek, mari kita lanjut ke bagian poltabes. Disini sama dengan di Polres, harus bikin surat keterangan identifikasi sidik jari dulu buat yang baru pertama bikin SKCK. Jadi langsung aja sampe poltabes, pergi ke bagian sidik jari dan bilang utk keperluan pembuatan SKCK. nanti beres, langsung ke loket SKCK. Biasanya disini cepet sih, karena sepi. Kalo sudah dapet SKCK, jangan lupa fotocopy, trus dilegalisir. Inget, utk keperluan ngelamar kerja, kirim yang sudah dilegalisir, jangan yang asli, karena yang asli begitu berharga. Kalau sudah, yak, selamat anda sudah mendapatkan SKCK. Congrats!!

    FYI!! Semua proses diatas GRATIS alias TANPA BIAYA. Jadi kalo di satu kantor dimintain biaya, itu berarti masuk kantong sendiri, utk konsumsi pribadi. Tapi kalo mintanya sedikit, ya kasih aja sebagai tanda terima kasih lah. Kalo mintanya banyak, di nego aja. Bisa kok.

    Ya udah, segitu dulu. Kalo masih ada pertanyaan, silahkan ditanyakan deh. Selamat hunting SKCK

    Categories: Uncategorized

    Pengen ini pengen itu

    Januari 25, 2010 Igor Panggabean 3 komentar

    Akhir2 ini lagi banyak yang di-pengen-in *ga pake kata “diinginkan” biar sesuai dengan judul..* tapi apa daya, besar pasak dari pada tiang.. eh salah, maksudnya keinginan tidak sesuai dengan kemampuan..

    Lagi bokek nih…

    padahal lagi pengen:

    • Ganti motor baru, tukar tambah aja deh, dengan HOND* Supra X 125 R Double Disk.. walaupun ga tau apa bedanya dengan 125 R biasa, tapi pengen aja punya yang Double Disk (skitar 14.000.000)
    • Kalo sudah dibeli, langsung di modif.. Ban nya digedein *kayaknya ke 100-110 bisa tuh*, Velg dikasih strip, pake lampu neon, Shock breaker langsung ganti, spakbor blakang ditempel stiker ITB.. Huahahahaha (skitar 2.000.000)
    • Beli laptop pribadi, biar ga perlu pake laptop kantor lagi, biar bebas upgrade, bebas isi (skitar 9.000.000)
    • Beli harddisk 1TB sekalian dengan docking, cuma utk back up film2, game2, installer2. Pake docking biar bisa beli harddisk2 lainnya. Hohoho (skitar 1.500.000)
    • Jalan2 keliling Indonesia (skitar…10.000.000??)

    Total keinginannya jadi Rp 36.000.000. Ada yang mau ngasih sumbangan?

    Categories: Curhat Life

    Hampir saja dilindas kereta api

    September 29, 2009 Igor Panggabean 3 komentar

    Pagi tadi, entah nasib sial apa atau mimpi apa semalam, tapi pagi tadi aku hampir saja dilindas oleh kereta api. Yang mengesalkan lagi, ini disebabkan oleh ketololan mutlak si penjaga pintu kereta api yang lupa menutup palang pintu kereta.

    Tampaknya dia lupa kalo saat itu ada 2 dan bukan 1 kereta yang lewat. Setelah kereta pertama lewat, para pengendara pun mulai sibuk menyeberang, termasuk aku yang saat itu dekat dengan palang pintu. Tiba2 dari kiri terdengar bunyi peluit panjang kereta api memekakkan telinga yang membuat semua orang langsung menoleh ke kiri. Kaget, aku pun melihat kekiri dan menyadari sebuah kereta lainnya sedang mendekat ke arahku. Jelas saja semua yang ditengah perlintasan langsung panik. Pintu palang pun langsung ditutup lagi. Ada yang tancap gas dan menyeberang, ada yang ragu dan mundur. Aku? aku terjebak ditengah2 perlintasan. Good. Ga bisa maju, ga bisa mundur karena jalanan dah penuh dengan kendaraan.

    Untung aja itu rem kereta masih manteb, sehingga sebelum berhasil menabrakku dan beberapa pengendara motor lainnya, kereta itu sudah berhenti duluan. Dengan teratur semua merapikan kendaraannya. Aku memilih untuk mundur, karena itu opsi paling baik. Setelah rel kosong, kereta pun maju perlahan. Ternyata lokomotif  berhenti di pos penjaga palang pintu. 2 orang masinisnya turun dan langsung memarahi petugas pintu.

    Kejadian marah2an itu hanya berlangsung sekitar 1 menit. Lalu masinispun kembali menjalankan kereta. Kulihat semua orang yang di kereta pun sudah menampakkan kepala keluar jendela untuk melihat apa yang terjadi. Ya, mungkin merekapun kaget karena kereta yang mereka tumpangi tiba2 rem mendadak.

    Ntahlah, tapi lega rasanya tetap bisa masuk kantor hari ini setelah sebelumnya lewat sekilas dalam pikiranku bagaimana pemakamanku dan siapa saja yang akan menangis disana.

    Categories: Daily Life

    Degradasi Budaya sebuah Komunitas

    Kemarin, waktu lagi iseng, baca sebuah buku, sekilas aja sih (cuma bagian pendahuluan. haha) tapi dari situ justru dapat sesuatu yang bagus. Intinya tentang Degradasi Budaya.

    Sebuah komunitas, besar maupun kecil, mulai dari lingkup sebuah organisasi kecil, ataupun hingga lingkup sebuah negara, pasti akan berkembang, dan akan terus berkembang. Hanya saja perkembangan ini ada dua arah, yaitu perkembangan ke arah yang benar, sesuai dengan tujuan dan dasar komunitas tersebut, atau malah ke arah yang semakin berlawanan. Apapun itu, komunitas itu pasti akan berkembang, seiring dengan waktu dan jaman.

    Sehingga bisa disimpulkan, demikian juga yang akan terjadi terhadap budaya, perilaku, tata cara, prinsip, atau kebiasaan (untuk selanjutnya dirangkum saja menjadi Budaya) yang ada di komunitas itu, akan ikut berkembang pula. Sehingga bukan tidak mungkin, pada satu komunitas yang sama, namun dalam generasi yang berbeda akan terdapat perbedaan budaya, yang bisa mencolok atau tidak, yang bisa semakin baik atau bahkan sebaliknya.

    Yang namanya budaya sebuah komunitas agar tetap bertahan dan sesuai dengan dasar komunitas tersebut, maka budaya tersebut harus selalu dilahirkan kembali dan kembali pada setiap generasi. Yang namanya melahirkan memang tidak pernah mudah. Tapi kalau tidak dilahirkan kembali, maka jangan heran bila pada generasi berikutnya akan terdapat perbedaan budaya yang semakin terdegradasi, sehingga bukan tidak mungkin bila generasi Tua datang kembali, maka mereka akan segera angkat kaki karena sudah tidak nyaman lagi pada komunitas tersebut.

    Demikian juga halnya bila didalam sebuah organisasi mahasiswa, atau organisasi gereja sekalipun. Sebuah organisasi mahasiswa harus terus menerus melahirkan kembali budaya yang sudah ada dan turun temurun. Demikian juga organisasi gereja harus terus melahirkan kembali Kekristenan yang sudah ada turun temurun, bila tidak ingin pada generasi berikutnya, kekristenan itu menjadi sesuatu yang semakin bias dan tidak jelas.

    Masalahnya adalah, proses melahirkan kembali budaya harus dilakukan oleh setiap generasi, dan dilakukan oleh generasi tua pada generasi muda. Yang lebih rumit lagi, tidak boleh dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Satu generasi harus mampu melakukannya bersama-sama.

    Saya sudah melihat, sebuah organisasi yang tidak melahirkan kembali budaya pada generasi berikutnya, yang terjadi bukannya generasi muda mengikuti gaya generasi tua (komunitas) tapi malah generasi tua harus mengikuti gaya generasi muda, sehingga terjadilah sebuah komunitas yang sama namun budayanya menjadi berbeda. Lucu dan miris sebenarnya.

    Categories: Uncategorized

    Kerja dan jalan-jalan

    Sekali2 ngeblog lagi ahhh (intro yang ga penting)

    Sudah satu bulan ini, pekerjaan di kantor jadi makin menumpuk. Deadline project jadi makin mendekat. Pulang kalo bisa selalu malam2 biar kerjaan beres (tapi tetep, lagi jam kerja seringnya main game (rocks)). Pokoknya di kantor sekarang jadi penuh suka duka, yang mana kalau dulu penuh dengan suka tapi sedikit duka.

    Beriringan dengan banyaknya project2 yang hampir beres, aku jadi sering bolak-balik Jakarta-Bandung buat UAT (User Acceptance Test) dan TO (Test Operation) ke dua perusahaan yang saat ini lagi kuhandle. Bahkan, setiap seminggu sekali pasti ada aja yang harus ke jakarta untuk urusan dinas. Gampang sih, pergi dan pulang naik travel dan dibayarin kantor, jadi ga perlu pusing mikir uang transport. Tapi bukan itu masalahnya..

    (Curhat) Aku sebenernya bukan orang yang suka travelling, apalagi yang namanya Dinas. Makanya sebelum apply ke sini, aku sudah bilang kalau Tidak Bersedia Ditempatkan Di Cabang Lain Selain Di Bandung. Yang artinya, aku cuma pengen di kantor aja. Ntah lah, tapi aku senang gitu. Diam di kantor, kerja, sedikit mengendap. Bukan kerja dinas.

    Tapi ya apa boleh buat, kantor mengharuskan Developer utk ikut kalau urusan project (sungguh nikmat para developer back end itu, ga perlu kemana2). Ya kalau utk urusan ke Jakarta, aku masih bisa lah menganggap itu normal dan bisa dijalani. Toh Jakarta-Bandung ga gitu jauh. Masalahnya, clientnya kantor ini ada di seantero Jawa-Bali (mamposss). Jadi suatu saat, bisa2 aku disuruh dinas ke Surabaya, Yogyakarta, ato Bali.. Cuma berharap kalo itu terjadi, ada temen yang ikut kesana, jadi ga sendirian. Suka bingung soalnya kalo sendirian..Arrghh, saya lebih suka dikantor saja..

    Sejauh ini, dinas ini masih bisa kuanggap hal positif dengan menganggap ini adalah Jalan-jalan. Sehingga aku lebih bisa bersyukur, karena banyak juga temen2 yang begitu mendambakan jalan2 karena sudah terlalu lama mengendap di kantor. Sementara, saya ini juga bisa jalan-jalan selagi bekerja juga, masa tidak bersyukur sih??? Berpikir positif aja dehhh

    Categories: Curhat Life

    Buku Ende Mobile v.2.1

    September 1, 2009 Igor Panggabean 6 komentar

    Berdasarkan postingan yang ada di sini, saya lihat banyak juga yang mencari2. Sebenernya project ini sudah hampir terhenti karena mulai banyak kesibukan, apalagi sekarang sudah mulai bekerja (waktu masih mahasiswa, masih banyak waktu. Ahahahahah)

    Baru sekarang akhirnya bisa dikembangkan lagi. Berikut adalah daftar perubahan dari v.0.1.alpha

    1. Menambahkan buku SDJ (Sangap Di Jahowa) <– ini yang selalu ditagih2 sama temen2 saya
    2. Menghilangkan inisiasi awal yang lama, dan pada beberapa platform malah lambat. Jadi sekarang tinggal instal n go.
    3. Faster access. <– (baca: mudah2an lebih cepat loadingnya)

    Special thanks buat amang Pdt. Monru Nainggolan yang memberikan softcopy buku SDJ sehingga bisa ditambahkan

    Lagi-lagi, kritik dan saran (*dan ucapan terima kasih*) sangat diharapkan. Maklum, bikin sendiri. Jadi masih terbatas pada ide satu orang.

    Link Download: http://www.indowebster.com/endejar.html

    (Pembuatan Kidung Jemaat Mobile juga sedang direncanakan looh) <– Inget kerja gor!!

    Categories: Uncategorized

    Dunia kerja, oh dunia kerja

    Juli 30, 2009 Igor Panggabean 3 komentar

    Dulu waktu mahasiswa, ngeliat orang-orang yang udah lulus itu kayaknya sebuah impian banget deh. Iya lah ya, siapa jg yang ga pengen lulus. Dulu juga ngeliat mereka yang udah lulus, dan kemudian tau kalo mereka udah bekerja, kayaknya juga impian banget. Saking impiannya dibela-belain banget utk ikut2an kerja parttime walo kuliah udah beres. Tujuan utamanya jelas: dapetin uang tambahan.

    Ternyata, sekarang ini, semuanya sudah tidak seindah dulu lagi. Kerja itu jadi hal yang bener-bener melelahkan juga, terutama karena setelah kerja, kita masih harus menyempatkan waktu untuk kegiatan organisasi yang lainnya. Capek, ya capeknya minta ampun. Begitu capek sampai2 emosi ini jadi susah sekali untuk dikendalikan. Akupun heran dengan aku yang sekarang, kenapa jadi cepat sekali emosi.

    Ntah apa yang kita lihat dulu dari mereka2 yang udah kerja itu. Kehidupan senang, gaji besar, menabung… Ntahvava. Mimpi deh rasanya kalo ngeliat itu sekarang. Aneh banget, yang rasanya dulu masih kuat dan sanggup untuk tidur sampe larut banget, dan bangun rada siang, tapi sekarang tidur jam berapapun itu, bangun pagi adalah harga mati. Sial…

    Dan yang lebih ga enak itu, kalo orang lain sudah mulai bilang “aku tau pasti capek, tapi tolonglah..blablabla”. Hey, kalian belum merasakannya, atopun kalo sudah, we’re not at the same stamina. Buat yang masih mahasiswa, sekalipun sudah kerja, just so you know, it’s not the same. Aku jg sudah merasakannya. Dulu waktu masih mahasiswa, aku jg sambil kerja, tapi tidak pernah yang kurasakan hingga segila ini.

    Inti perbedaannya adalah:
    Dulu kerja untuk tambahan uang saku. SEKARANG bekerja untuk dapat melanjutkan hidup.
    Dulu tidak perlu khawatir dipecat, karena masih tetap dapat uang. SEKARANG harus mikir kalau sampai dipecat, mikir mau makan apa, bayar kosan pake apa, mikir mau tidur di persimpangan jalan apa malam ini…
    Dulu tidak perlu perfect dalam bekerja. SEKARANG harus bisa memberikan yang LEBIH dari yang terbaik, supaya tetep disukai bos dan ga dipecat
    Dulu ga kerja juga ga masalah. SEKARANG, ga kerja… tinggal apa kata tabungan aja deh..

    Mungkin inilah yang selalu dibisikkan oleh para alumni itu “dunia kerja itu kejam, jadi jangan sampai kalah”. Dulu sih cuma bisa bilang “iya bang… iya bang…” tapi baru ngerti sekarang apa arti sebenernya. Baru tau sekarang gimana rasanya.

    Jadi memahami, dulu kenapa para abang2, senior2, alumni2 itu setelah bekerja, jadi menghilang dari peredaran organisasi, dan tau2 sudah kirim undangan nikah, ya karena udah ga sanggup lagi. Waktunya sudah ga ada. Sibuk selalu jadi alasan, masalahnya itu alasan beneran, bukan alasan yang dibuat2. Masa depan ada pada pekerjaan itu, bukan pada organisasi lagi. Dan kita harus tetap mengejar masa depan..

    Hah, sudah lah. Buat yang sudah bekerja, berjuanglah untuk pekerjaanmu. Cari selalu yang terbaik agar selalu pribadimu berkembang. Jangan pernah menyerah, selalu berikan yang terbaik. Hidupmu ada pada pekerjaanmu

    Categories: Uncategorized

    Buku Ende Mobile

    Melanjutkan postinganku yang di sini, maka sesuai janji aku mencoba untuk membuat versi mobile.

    Tapi sebelum mulai, masih ada hal yang mengganjal, yaitu mengenai perijinan. Setelah kutanya kesana kemari dan tertahan beberapa lama, seorang teman akhirnya memberi tahu bahwa apa yang saya lakukan ini tidak melanggar perijinan, selama yang ada hanya sebatas liriknya. Karena hak cipta itu ada pada Nada, dan bukan kata-kata. Maka itu sering kita lihat kata-kata dalam buku Ende kebanyakan adalah terjemahan dari bahasa lain, sedangkan nadanya tidak diubah. Jadi selama dalam aplikasi yang kukembangkan tidak memasukkan nada nya, aku belum melanggar hak cipta (syukurlah). Jadi kalau masih ada yang protes kenapa tidak pakai not nya juga, harap baca paragraf ini sekali lagi dengan tempo 60 supaya dibaca pelan-pelan. BTW kata teman itu, ini info dari orang percetakan Yamuger loh. Jadi bukan HOAX ya.

    Kemudian akhirnya kurampungkan disini. Sebuah aplikasi dalam platform Java Mobile bernama EndeHKBP v.01 Alpha (masih alpha, bahkan belum beta, apalagi rilis). Fitur dari aplikasi ini adalah sebagai berikut :

    1. Digunakan untuk nyanyian Ende HKBP
    2. Melakukan pencarian berdasarkan nomor buku Ende
    3. Menunjukkan notifikasi gagal apabila nomor yang dicari tidak ditemukan
    4. Menampilkan halaman About yang berisi keterangan aplikasi dan pembuat

    FYI, aplikasi ini hanya berisi buku Ende, tidak termasuk dengan Ende Suplemen karena belum ada yang menuliskannya. Jadi hanya sebatas hingga nomor 400an kalau tidak salah.

    ScreenShot

    Untuk yang bersedia mencoba, dan berbaik hati untuk memberikan feedback, silahkan ambil programnya di sini

    EndeHKBP v01 Alpha –> Download

    Categories: Christian Life, IT Life

    Buku Ende HKBP Online

    April 22, 2009 Igor Panggabean 10 komentar

    Kemaren asik facebookan, trus baru tau dari lae Eko Manalu kalo ada orang yang nulis seluruh isi buku ende HKBP di blognya (woow kk woow). Penasaran, aku main2 kesana. Ternyata betul, dia nulis lengkap (ga lengkap2 banget sih, masih ada 2 nomor yang blm ditulis) seluruh isi buku ende. Didorong rasa penasaran, aku langsung meluncurkan ide yang ada dalam benakku. Hasilnya? Tadaaaa!!

    http://endehkbp.co.cc/

    Credits :
    Ecko Manalu (http://www.facebook.com/note.php?note_id=64612262346&ref=mf)
    Todung Lumbantoruan (http://todung.wordpress.com/2008/05/01/buku-ende-nyanyian-gereja-hkbp/)

    Special Thanks To : Joel (13504144)

    Comment is highly welcomed.

    Categories: Batak Culture, IT Life

    Ingin wisuda

    April 18, 2009 Igor Panggabean 4 komentar

    Barusan ke sabuga, masuk ke dalam dan ketemu sama temen-temen yang diwisuda. Waktu ketemu langsung heboh, senang dan langsung salam2 sambil ngucapin selamat sama temen2. Seneng banget liat mereka akhirnya bisa wisuda. Rame tadi disana. Pada pake toga, pegang ijasah, dan pake jas yang keren. Pokoknya yang cowok jadi ganteng banget, yang cewek terlihat lebih anggun hari ini. Dan kebahagian tampak jelas terpatri pada wajah semua orang yang ada

    Kecuali satu orang, yang wajahnya tersenyum ceria, namun mata memancarkan kesedihan dan hatinya pilu tersayat. Dia adalah aku, yang gagal wisuda april sehingga harus mengikuti wisuda juli

    Jangan tanya kenapa, karena aku tak ingin mengingatnya. Yang pasti, aku senang teman2ku sudah wisuda, tapi aku sedih karena aku belum wisuda, sekalipun sebenernya aku sudah lulus, dan wisuda itu hanya sebagai upacaranya saja

    Categories: Curhat Life